KISI Challenge: The Next Wave (Special Edition) Diikuti 5000 Peserta
:
0
ilustrasi KISI Challenge: The Next Wave (Special Edition). DOK/KISI
EmitenNews.com -PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia (KISI) sukses menggelar dua edisi kompetisi trading berskala nasional sepanjang 2025 hingga awal 2026. Mengusung konsep edukatif sekaligus kompetitif, KISI Challenge menjadi ajang yang memadukan pembelajaran, strategi, dan pengalaman riil bertransaksi di pasar modal.
Lebih dari 3.000 Peserta Ramaikan KISI Challenge: Rise of Traders Rise of Traders
Edisi pertama bertajuk KISI Challenge: Rise of Traders berlangsung pada 2 Juni hingga 1 Agustus 2025. Kompetisi ini diikuti lebih dari 3.000 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari trader profesional hingga mahasiswa yang baru merintis investasi demi masa depan finansial yang lebih cerah.
Tak hanya menjadi arena adu strategi, ajang ini juga melibatkan 28 Galeri Investasi dari berbagai universitas di Indonesia, memperkuat sinergi antara industri sekuritas dan dunia akademik.
Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp500 juta. Kompetisi terbagi dalam dua kategori utama, yakni:
Profit Return Rate, untuk peserta dengan persentase keuntungan tertinggi.
Transaction Value, untuk peserta paling aktif bertransaksi setiap pekannya.
Masing-masing kategori dibagi lagi ke dalam tiga liga, yakni Super League, Challenge League, dan Rising Star League, sehingga memberi ruang persaingan yang lebih adil sesuai level pengalaman peserta.
Antusiasme tinggi dan persaingan ketat mewarnai jalannya kompetisi, sekaligus menunjukkan meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi pasar modal.
KISI Challenge: The Next Wave (Special Edition) Catat Rekor 5.000 Peserta
Related News
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000
IHSG Sesi I Ambles 2,46 Persen, Asing Net Sell Rp0,97 Triliun
Bursa Sorot MSIE-HBAT, BOBA Dilepas, dan BAPA Kena Suspensi Kedua
Begini Bahlil Respon Laporan JP Morgan Soal Konsumsi Energi





