EmitenNews.com -PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menunjukkan performa positif sepanjang tahun 2026. Head of Research KISI, Muhammad Wafi, menetapkan target konservatif IHSG di level 9.200 pada akhir tahun, dengan peluang skenario optimis (bull case) mencapai level 10.000.

Proyeksi ini didasarkan pada asumsi pertumbuhan laba per saham (Earnings Per Share/EPS) sebesar 8% secara tahunan (YoY). Wafi menilai target 9.200 adalah angka yang cukup terukur dengan risiko penurunan yang terbatas, sehingga potensi kenaikan (upside risk) justru jauh lebih besar.

Sektor Pilihan: Fokus pada Kualitas

Dalam menghadapi dinamika pasar tahun 2026, KISI merekomendasikan strategi investasi yang mengutamakan kualitas (quality over quantity). Beberapa sektor yang mendapatkan rekomendasi Overweight meliputi:

Perbankan & Keuangan: Menjadi pilar utama karena faktor keamanan dan peran sebagai proksi ekonomi.

Telekomunikasi: Didorong oleh kebutuhan infrastruktur digital dan ekspansi data.

Konsumer & Healthcare: Sektor defensif yang diuntungkan oleh program pemerintah, termasuk program makanan bergizi gratis.

Sebaliknya, Wafi menyarankan sikap waspada terhadap saham-saham yang berbasis ekspor atau sangat sensitif terhadap fluktuasi mata uang asing (Underweight), mengingat nilai tukar Rupiah diprediksi akan bergerak stabil cenderung menguat di akhir tahun.

Katalis "Danantara" dan Rebalancing Pasar

Salah satu poin menarik di tahun 2026 adalah peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) baru. Wafi melihat kehadiran Danantara akan memicu rebalancing pasar, di mana lembaga ini diprediksi akan mengutamakan kemitraan dengan perusahaan-perusahaan terbuka (listed companies) yang memiliki transparansi tata kelola yang baik.

Daftar Saham Pilihan (Top Ideas)

KISI merilis "Alpha List" yang berisi saham-saham unggulan yang diperkirakan mampu melampaui kinerja indeks (outperform), di antaranya:

BBCA: Sebagai ultimate safety trade dan proksi utama aliran dana asing.

BMRI: Dianggap sebagai mesin pertumbuhan dan penerima manfaat langsung dari likuiditas Danantara.

ISAT: Unggul di sisi infrastruktur AI dan pertumbuhan EBITDA.

ICBP & CMRY: Proksi sektor konsumer yang diuntungkan oleh stimulus fiskal pemerintah.

BRMS & AADI: Pilihan di sektor komoditas dan energi sebagai lindung nilai (hedge) terhadap ketidakpastian geopolitik.