Laba Bersih DEFEND ID Melonjak 430 Persen, Dirut Ungkap Pemicunya
:
0
Holding BUMN industri pertahanan, DEFEND ID membukukan lonjakan laba bersih konsolidasian sebesar 430,1 persen pada tahun buku 2025 dengan nilai mencapai Rp913,05 miliar. Dok. Defend.id.
EmitenNews.com - DEFEND ID mencetak kinerja gemilang. Holding BUMN industri pertahanan itu, membukukan lonjakan laba bersih konsolidasian sebesar 430,1 persen pada tahun buku 2025 dengan nilai mencapai Rp913,05 miliar.
Data yang ada menunjukkan pertumbuhan eksponensial dari laba tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp172,24 miliar ini dipicu oleh efisiensi operasional dan optimalisasi proyek strategis nasional.
Direktur Utama Len Industri DEFEND ID Joga Dharma Setiawan menyampaikan hal tersebut dalam keterangan yang dikutip Kamis (28/5/2026).
Capaian performa keuangan tersebut resmi ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tahun buku 2025 di Bandung, Selasa (26/5/2026). Rapat dihadiri Badan Pengelola (BP) BUMN dan PT Danantara Asset Management selaku pemegang saham.
Sepanjang 2025, holding yang mengintegrasikan kapabilitas industri matra darat, laut, udara, amunisi, hingga elektronika pertahanan ini mengantongi total nilai kontrak raksasa sebesar Rp113,85 triliun.
Jumlah tersebut ditopang oleh kontrak bawaan (carry over) senilai Rp94,78 triliun dan perolehan kontrak baru sebesar Rp19,07 triliun.
Bagusnya, struktur fundamental perusahaan juga mencatatkan penguatan signifikan. Nilai aset DEFEND ID melonjak 18,3 persen menjadi Rp66,05 triliun, diiringi pertumbuhan ekuitas sebesar 8,2 persen ke angka Rp15,23 triliun.
Tingkat Kesehatan Keuangan Kategori BBB+
Sementara itu, berdasarkan hasil evaluasi, tingkat kesehatan keuangan holding berada pada kategori BBB+ dengan pendapatan usaha riil menyentuh Rp20,71 triliun.
Kekuatan manufaktur holding ini didukung penuh oleh 11.022 sumber daya manusia, dengan porsi lebih dari 60 persen ditempatkan khusus di bidang produksi dan teknis (engineering).
Related News
2.639 Iklan PMSE Langgar Ketentuan, Ini Tindakan Tegas Kemendag
IIW Indonesia 2026 Hadirkan 1.800 Perusahaan Global, Catat Tanggalnya
Duh! Pengamat Sebut Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.000
Serangan Baru AS ke Iran Bikin Harga Minyak Kembali Melonjak
Bos SMMT Optimistis PP Tata Kelola Ekspor SDA Tak akan Pukul Kinerja
Menuju "Smart State Trading": Mengawal Transisi Kebijakan Ekspor Satu





