EmitenNews.com - Pradiksi Gunatama (PGUN) bersiap memenuhi ketentuan saham publik (free float). Itu sejalan dengan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal. Di mana, PGUN wajib memenuhi ketentuan free float 12,5 persen paling lambat 31 Maret 2027, dan meningkat menjadi 15 persen pada 2028.

Saat ini, kepemilikan saham publik alias masyarakat di PGUN berada di level 7,62 persen. Nah, guna  memenuhi sisa kekurangan sekitar 4,88 persen pada tahap awal, PGUN bersama pemegang saham pengendali telah menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan porsi kepemilikan publik secara bertahap, dan terukur, dengan tetap memperhatikan kondisi pasar, dan kepentingan seluruh pemegang saham.

Manajemen PGUN meyakini peningkatan porsi saham publik tidak sekadar memenuhi regulasi bursa, melainkan akan berdampak positif pada likuiditas perdagangan saham PGUN, memperluas akses pendanaan jangka panjang, memperkuat tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance), dan mengoptimalkan valuasi jangka panjang perusahaan.

Dengan fundamental keuangan kuat, tingkat leverage rendah, dan prospek industri tetap positif, PGUN optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai bagi para pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya. 

Performa Moncer 2025

Sepanjang 2025, PGUN mencatat penjualan bersih Rp792,72 miliar, tumbuh 7 persen dibanding akhir 2024 tercatat Rp738,57 miliar. Laba kotor meningkat 27 persen menjadi Rp277,30 miliar dari tahun sebelumnya Rp218,92 miliar, dengan margin laba kotor naik ke level 35 persen. 

Laba bersih melonjak 101 persen menjadi Rp159,31 miliar dari tahun sebelumnya Rp79,18 miliar. Itu mencerminkan keberhasilan dalam memanfaatkan momentum harga komoditas kondusif, dan menjaga efisiensi operasional. Pertumbuhan itu, ikut meningkatkan laba per saham dasar menjadi Rp27,76 per lembar. 

Kinerja positif tersebut berlanjut pada triwulan I 2026. PGUN membukukan penjualan bersih Rp166,54 miliar, dan laba bersih Rp32,48 miliar, mencerminkan keberlanjutan fundamental usaha solid.

Ekuitas Tebal

Di sisi neraca keuangan, posisi modal atau ekuitas terus menguat mencapai Rp1,95 triliun per 31 Maret 2026 dengan rasio pinjaman terhadap ekuitas alias Debt to Equity Ratio (DER) sangat aman di level 0,17x.