EmitenNews.com -PT Aman Agrindo Tbk (GULA) mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang sangat signifikan sepanjang semester pertama tahun 2026. Emiten yang bergerak di bidang perdagangan besar gula dan perkebunan tebu ini berhasil membukukan lonjakan pendapatan hingga 121,58% secara tahunan (Year-on-Year/YoY) serta mampu membalikkan rugi bersih menjadi laba bersih (turnaround) pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026.

Berdasarkan Laporan Keuangan Interim Unaudited per 30 Juni 2026, penjualan bersih GULA melesat sebesar Rp79,19 miliar atau tumbuh 121,58% YoY menjadi Rp144,32 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp65,13 miliar. Lonjakan penjualan ini terutama didorong oleh peningkatan volume distribusi dan perdagangan gula serta produk turunan pertanian lainnya.

Seiring dengan peningkatan pendapatan, beban pokok penjualan perseroan juga mengalami kenaikan sebesar 125,30% YoY dari Rp60,35 miliar pada semester I-2025 menjadi Rp135,97 miliar pada semester I-2026. Kendati beban pokok penjualan meningkat sejalan dengan ekspansi volume usaha, perseroan tetap berhasil mencatatkan kenaikan laba bruto yang signifikan. Laba bruto GULA terkerek naik 74,70% YoY dari Rp4,78 miliar pada Juni 2025 menjadi Rp8,35 miliar pada akhir Juni 2026.

Dari sisi efisiensi operasional, manajemen PT Aman Agrindo Tbk berhasil menjaga kenaikan beban usaha pada level yang terukur. Beban penjualan dan pemasaran tercatat sebesar Rp208,88 juta (naik dari Rp103,64 juta pada periode tahun sebelumnya), sedangkan beban umum dan administrasi naik tipis 4,30% dari Rp2,27 miliar menjadi Rp2,37 miliar. Dengan demikian, total beban usaha perseroan hanya naik 8,54% YoY menjadi Rp2,58 miliar.

Efisiensi biaya operasional serta peningkatan penjualan mendorong laba usaha perseroan melonjak tajam hingga 140,08% YoY. Laba usaha GULA tercatat bertambah Rp3,37 miliar dari Rp2,40 miliar pada Juni 2025 menjadi Rp5,77 miliar pada semester I-2026.

Meskipun perseroan menanggung peningkatan beban keuangan sebesar 31,74% YoY (dari Rp4,06 miliar menjadi Rp5,35 miliar), GULA sukses membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp422,22 juta. Capaian ini menunjukkan pemulihan signifikan setelah pada Juni 2025 perseroan menderita rugi sebelum pajak sebesar Rp1,64 miliar (+125,77% YoY). Setelah dikurangi beban pajak neto sebesar Rp387,38 juta, GULA akhirnya mengantongi Laba Neto Tahun Berjalan sebesar Rp34,84 juta pada semester I-2026. Hasil ini merefleksikan lompatan kinerja (turnaround) sebesar 102,14% YoY dibandingkan posisi rugi bersih Rp1,62 miliar pada semester I-2025.

Dari sisi posisi keuangan dan kesehatan aset per 30 Juni 2026, total aset PT Aman Agrindo Tbk naik tipis 0,95% (bertambah Rp2,07 miliar) menjadi Rp219,69 miliar dibandingkan per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp217,62 miliar. Komposisi aset tersebut terdiri dari aset lancar sebesar Rp95,15 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp124,54 miliar.

Sementara itu, total liabilitas perseroan tercatat senilai Rp76,31 miliar, atau meningkat 2,74% dari posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp74,27 miliar. Liabilitas ini sebagian besar didominasi oleh liabilitas jangka pendek sebesar Rp75,41 miliar yang didalamnya mencakup utang bank jangka pendek sebesar Rp74,99 miliar. Di sisi lain, total ekuitas perseroan relatif stabil pada posisi Rp143,39 miliar (naik 0,02% YoY).

Untuk posisi kas dan setara kas akhir periode per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp12,31 miliar. Penurunan posisi kas dari Rp45,79 miliar per akhir Desember 2025 (atau Rp52,04 miliar per Juni 2025) terutama dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan modal kerja persediaan serta pengeluaran investasi strategis berupa pembayaran uang muka pembelian lahan perkebunan.

Secara keseluruhan, kinerja Semester I-2026 menunjukkan keberhasilan ekspansi lini bisnis perdagangan dan perkebunan GULA yang tidak hanya mendongkrak omzet secara signifikan, melainkan juga berhasil mengembalikan profitabilitas perseroan ke jalur positif.