EmitenNews.com - PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) membukukan pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang semester pertama 2026. Kenaikan pendapatan menjadi motor utama penguatan laba perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Senin, MORA mencatat pendapatan Rp2,78 triliun. Torehan itu naik 52,42% secara tahunan dari Rp1,83 triliun pada semester I 2025.

Beban langsung perseroan juga ikut meningkat 48,49% menjadi Rp1,09 triliun dari sebelumnya Rp736,76 miliar. Meski begitu, laba kotor MORA tetap tumbuh solid 55,61% menjadi Rp1,69 triliun dibandingkan Rp1,09 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Menilik segmen operasional, laba usaha perseroan terdongkrak 48,68% menjadi Rp735,45 miliar dari Rp494,65 miliar.

Setelah memperhitungkan pos pendapatan dan beban lain-lain, laba sebelum pajak penghasilan MORA melonjak 87,07% menjadi Rp482,63 miliar dari Rp258,00 miliar pada semester I 2025.

Kenaikan itu berimbas ke laba periode berjalan yang hampir dua kali lipat atau tumbuh 95,16% menjadi Rp341,93 miliar dari Rp175,20 miliar tahun sebelumnya.

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga menguat 82,80% menjadi Rp312,36 miliar dari Rp170,88 miliar.

Menengok Earning per Share (EPS) atau profitabilitas per saham, laba per saham dasar MORA naik 85,71% menjadi Rp13 per saham dari sebelumnya Rp7 per saham.

Aset, Liabilitas, dan Ekuitas Melejit

Hingga 30 Juni 2026, total aset MORA tercatat Rp43,13 triliun. Angka itu melompat 192,28% dibanding posisi 31 Desember 2025 yang sebesar Rp14,76 triliun.