Lanjut Koreksi, IHSG Siap Menukik Tajam

Petugas kebersihan menyisir teras depan area Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan kemarin minus 0,18 persen menjadi 7.308. Secara teknikal, IHSG mengalami normal pullback usai menguji MA200, disertai indikator MACD bergerak sideways.
Oleh karena itu, sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 14 November 2024, IHSG akang mengorbit level psikologis 7.300 sebagai titik support, dan resistance level di kisaran 7.350. Phintraco menjagokan saham BBNI, BBRI, ASII, ERAA, dan ADRO sebagai jujukan koleksi.
Nah, dari sisi global, setelah rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat (AS), saat ini pasar tengah menantikan data inflasi produsen AS periode Oktober 2024. Diperkirakan nilai inflasi meningkat ke level 2,20 persen dari edisi September 2024 1,80 persen YoY.
Lonjakan itu, menandakan ada tekanan biaya lebih tinggi pada tahapan produksi, berpotensi mempengaruhi kenaikan harga barang. Selain itu, Jerome Powell juga dijadwalkan untuk menyampaikan pidato. Ekspektasi pidato itu, Powell akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter.
Wabil Khusus, pemangkasan suku bunga yang mungkin berlanjut hingga akhir 2024, setelah melihat perkembangan data inflasi baik dari sisi konsumen maupun produsen. Fokus pasar juga akan tertuju pada rilis data GDP kuartal 3 estimasi kawasan Eropa, akan meningkat menjadi 0,90 persen dari kuartal 2 sebesar 0,60 persen YoY.
Di sisi lain, data produksi industri justru menunjukkan tren berlawanan. Data produksi industri September 2024 diperkirakan mengalami penurunan menjadi minus 1,1 persen YoY, setelah mencatat level positif 0,10 persen YoY pada Agustus 2024. Penurunan itu, mengindikasikan adanya tekanan dalam sektor industri, berpotensi mempengaruhi pemulihan ekonomi Eropa. (*)
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal