EmitenNews.com - PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA), entitas usaha *PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang fokus di segmen sports, kids, dan leisure, melaporkan hasil kinerja hingga akhir Juni 2026.

Sepanjang semester I-2026, MAPA membukukan pendapatan bersih Rp10,1 triliun atau naik 15,1% secara tahunan. Laba kotor tercatat Rp4,8 triliun. Laba usaha melesat 25,6% ke Rp1,2 triliun. EBITDA berada di level Rp2,0 triliun. Sementara laba bersih berhasil tumbuh 32% menjadi Rp865 miliar.

Di kuartal II-2026 saja, pendapatan bersih MAPA naik 15,5% menjadi Rp5,2 triliun. Laba kotor mencapai Rp2,4 triliun. Laba usaha tumbuh 22,4% jadi Rp595 miliar dengan EBITDA Rp1,0 triliun. Laba bersih kuartal ini tercatat Rp392 miliar atau naik 23,9%.

Ratih D. Gianda, VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group dalam keterangan tertulisnya dikutip Kamis (30/7/2026) menjelaskan kinerja kuartal II ditopang pemulihan aktivitas konsumen setelah Lebaran. 

"Kinerja kami pada kuartal kedua mencerminkan kekuatan portofolio MAPA dalam menghadapi dinamika pasar. Setelah aktivitas pelanggan mengalami normalisasi pasca-Lebaran pada bulan April," ujarnya.

Menurutnya, peningkatan trafik mulai terlihat sejak Mei. Dorongannya datang dari libur nasional. Momentum itu berlanjut ke Juni karena masuk musim libur sekolah. 

"Customer Traffic kembali meningkat pada bulan Mei, didukung oleh rangkaian hari libur nasional. Momentum tersebut berlanjut hingga bulan Juni seiring dengan periode libur sekolah, sehingga mendukung kinerja positif Perusahaan sepanjang kuartal."

Dari sisi strategi, MAPA masih akan ekspansi portofolio. Namun perseroan tetap menekankan efisiensi, mulai dari pengelolaan inventory hingga pengendalian biaya. Di saat bersamaan, MAPA juga menguatkan kapabilitas multi channel supaya pelanggan punya pengalaman belanja yang mulus di online maupun offline.

Menatap ke depan, manajemen memilih bersikap hati-hati di tengah ketidakpastian global. Ratih menyebut ada beberapa faktor eksternal yang terus dipantau. 

"Kami akan tetap memperhatikan situasi global, termasuk ketegangan geopolitik, tekanan biaya, dan volatilitas nilai tukar. Dalam menghadapi kondisi tersebut, fokus kami adalah menerapkan pendekatan yang disiplin dan penuh kehati-hatian dengan memprioritaskan brand, kategori, serta peluang yang memiliki potensi terbaik," tuturnya.