Melemah, Rupiah Berpotensi ke Level Rp16.300 per Dolar

Nilai tukar (kurs) rupiah turun 164 poin atau -1,020% ke level Rp16.249 per dolar AS dibandingkan sebelumnya sebesar Rp16.085 per dolar AS
EmitenNews.com - Nilai tukar (kurs) rupiah turun 164 poin atau -1,020% ke level Rp16.249 per dolar AS dibandingkan sebelumnya sebesar Rp16.085. Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan pelemahan tajam rupiah disebabkan pernyataan yang sangat hawkish dari Kepala The Fed Jerome Powell terkait prospek suku bunga dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat tajam pasca pertemuan FOMC yang dimana The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 bps (basis points). Mamun Powell memberikan pernyataan yang sangat hawkish akan prospek suku bunga dengan mengindikasikan hanya akan terjadi pemangkasan sebesar 50 bps tahun depan, turun dari 75-100 bps perkiraan sebelumnya," ujarnya di Jakarta, Kamis (19/12).
Menurut dia, alasan mengapa The Fed memberikan pernyataan tersebut ialah proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari 2 persen menjadi 2,5 persen.
Selain itu juga inflasi inti Personal Consumption Expenditure (PCE) yang diperkirakan berkisar 2,4-2,8 persen, masih di atas target 2 persen.
"The Fed juga mengantisipasi kemungkinan kebijakan tarif Trump tahun depan," ungkap dia.
Lukman memprediksi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berkisar antara Rp15.610-Rp16.300 persen dolar AS.
Adapun keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 6 persen pada Rabu (18/12) dinilai merupakan bentuk komitmen lembaga tersebut tetap menjaga kurs mata uang Indonesia.
Suku bunga deposit facility juga tetap ditahan pada level 5,25 persen serta suku bunga lending facility juga tetap sebesar 6,75 persen.
"BI tetap pada komitmen menjaga rupiah seperti pada pertemuan-pertemuan sebelumnya," ucap dia.(*/ant)
Related News

Balas Indonesia dengan Tarif Impor 32 Persen, Ini Alasan Trump

Hadapi Aksi Trump, Ekonom Ini Sarankan RI Evaluasi Kebijakan Dagang

Program JETP Jalan Terus, Sudah Masuk Rp18,15T Untuk 54 Proyek

Usai Semua Saham BUMN Masuk Danantara, Ini Harapan Sang CEO

Jaga Keandalan, Aplikasi Coretax DJP Sempat Alami Waktu Henti

Bermula dari KKV, Kini Gerai OH!SOME Sukses Memancing Pembeli