EmitenNews.com - Meski permintaan dari pasar internasional masih relatif stabil Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memperkirakan konflik geopolitik yang berkepanjangan berpotensi menekan kinerja ekspor Indonesia.

Mendag menyampaikan dampak utama konflik saat ini belum terlihat pada sisi permintaan barang, melainkan lebih terasa pada rantai logistik dan distribusi perdagangan internasional. Namun, apabila konflik tidak segera berakhir maka akan berisiko menahan laju pertumbuhan ekspor nasional dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

"Tentu kalau ini (perang) nggak selesai, misalnya, nggak selesai terus-menerus ya bisa dampaknya ke ekspor kita. Paling tidak ekspor kita bisa pertumbuhannya bisa lebih rendah daripada tahun lalu. Tapi mudah-mudahan cepat selesai," kata di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Jumat (28/3).

Ia menjelaskan kenaikan harga minyak dunia menyebabkan biaya transportasi meningkat, sementara penutupan sejumlah pelabuhan internasional memaksa pelaku usaha melakukan pengalihan rute pengiriman yang lebih panjang.

"Kemarin kita komunikasi juga dengan eksportir. Jadi menurut mereka, ini masih memenuhi permintaan sebenarnya. Permintaan ekspor ke Timur Tengah masih berjalan. Cuma itu tadi, cost-nya mungkin lebih tinggi untuk biaya transportasinya," katanya.(*)