Mengekor Wall Street, IHSG Kembali Menyala
Seseorang berjalan berlatar layar gerakan IHSG. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kembali ditutup menguat. Itu setelah bergerak cukup fluktuatif ditopang kenaikan saham sektor teknologi. Ya, sektor tekonologi diuntungkan kebijakan terbaru presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Berdasar kebijakan terbaru Trump, beberapa kategori barang dikecualikasn dari kebijakan tersebut. Misalnya, smartphone, komputer, dan barang elektronik (termasuk semikonduktor) dari pengenaaan tarif resiprokal. Pengecualian itu, bersifat tidak permanen, dan menjadi objek tarif impor 20 persen soal Fentanyl.
Penguatan kembali bursa Wall Street diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Sementara itu, tidak sedikit emiten melakukan buyback, dan membagi dividen berpeluang menjadi tambahan katalis positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Oleh sebab itu, Indeks diprediksi akan bergerak melanjutkan penguatan dengan kisaran support 6.295-6.220, dan resistance 6.440-6.515. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan investor untuk mnnyerok saham JPFA, TINS, GOTO, MAPI, BRIS, dan ERAA. (*)
Related News
IHSG Turun Tipis ke 8.265, Tujuh Sektor Masuk Zona Merah
Raih Izin Bank Indonesia, JFX Perkuat Fondasi Pasar Derivatif Nasional
IHSG Sesi I (12/2) Drop 0,38 Persen ke 8.259, Saham Konglo Ambruk!
Kopdes Merah Putih Didorong Jadi Agen Resmi Produk Pertamina
Stok Beras Ditargetkan Tembus 4 Juta Ton Pada Maret 2024
Tumbuh 5,30 Persen, Industri Mamin Penopang Utama Sektor IPNM





