EmitenNews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto optimistis instrumen Exchange Traded Fund (ETF) emas di Indonesia bakal tumbuh pesat. Bahkan, ia memproyeksi produk ETF Emas RI mampu melampaui India dan Singapura.

Hal itu didasari oleh besarnya potensi komoditas emas di dalam negeri, termasuk cadangan emas yang dikelola Pegadaian mencapai USD20 miliar.

Airlangga mengungkapkan, nilai ETF global mencapai USD4.047 miliar. Jumlah itu termasuk Amerika Serikat sebesar USD526 miliar, China USD45 miliar, India USD17,5 miliar.

“India sebetulnya bisa kita balap dengan waktu cepat. Kita juga dalam waktu cepat bisa melampuai Singapura, dan dengan demikian kita lebih dalam lagi, dan saya senang karena dengan ETF, asuransi bisa investasi ke emas,” ujar Airlangga di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8).

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung menekankan tiga hal penting berkaitan dengan pengembangan pasar modal ke depan. Pertama, perlunya melakukan pendalaman pasar modal. Hal itu dapat diimplementasikan melalui  perluasan basis investor, menambah keragaman instrumennya, meningkatkan likuiditas serta memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia.

Kedua, memperkuat ekosistem emas nasional, dengan menghubungkan kegiatan usaha bullion (bank emas) yang telah dirintis sejak 2023 dengan ekosistem pasar modal.

Ketiga, inovasi harus selalu berjalan bersama integritas. Karena menurutnya, ETF emas memiliki aset dasar berupa.rmas fisik, tata krlola, transparansi penyimpanan, valuasi hingga perlindingan investor menjadi kunci utama keberlanjutan produk tersebut.

"Karena itu investor harus percaya bahwa emasnya ada. Investor harus percaya pada penyimpanannya. Investor harus percaya pada valuasinya. Dan investor harus percaya bahwa transaksi serta tata kelolanya dilakukan secara akuntabel dan juga transparan," pungkasnya.