Menteri Keuangan Baru, Tantangan Baru
:
0
Menteri Keuangan Baru, Tantangan Baru. Dok. Kemenkeu
EmitenNews.com - Hot news! Pada 14 September 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahazil Nazara, Wakil Menteri Keuangan (Menkeu) sejak 2019, menjadi Menteri Keuangan baru menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Posisi Menkeu amat strategis dalam menghadapi penebalan ketidakpastian ekonomi global. Apa saja tantangan Menkeu?
Perlu dicatat bahwa Suahazil Nazara adalah Menkeu ketiga dalam pemerintahan Prabowo yang baru akan genap dua tahun pada 20 Oktober 2026. Dua menteri sebelumnya adalah Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya Yudhi Sadewa yang masing-masing baru bertugas sekitar satu tahun. Itu menegaskan bahwa tugas Menkeu begitu berat.
Sejatinya, apa tugas dan fungsi kementerian keuangan? Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.01/2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan menyatakan bahwa kementerian keuangan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan negara dan kekayaan negara untuk membantu presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.
Dalam melaksanakan tugas itu, kementerian keuangan menyelenggarakan fungsi antara lain (a) perumusan, penetapan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran, penerimaan negara bukan pajak, pajak, kepabeanan dan cukai, perbendaharaaan negara, kekayaan negara, perimbangan keuangan dan pengelolaan pembiayaan dan rasio keuangan negara.
Selain itu, (b) perumusan, penetapan dan pemberian rekomendasi kebijakan fiskal dan sektor keuangan, (c) koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan kementerian keuangan.
Ragam Tantangan
Terdapat sejumlah tantangan Suahazil untuk dihadapi dengan panjang sabar dan semangat tak kunjung padam. Apa saja faktor kunci keberhasilan (key success factors) untuk menjawab tantangan itu?
Pertama, sungguh tak dapat dibantah bahwa jabatan menkeu bukan hanya posisi yang strategis dan sentral dalam pemerintahan mana pun. Tetapi menkeu juga sebagai simbol fiskal suatu negara. Pasar keuangan nasional, kawasan dan global tidak hanya melihat dan menilai sosok seorang menkeu namun juga kebijakan fiskal saat ini dan di masa mendatang.
Penilaian pasar yang bisa hijau, kuning atau merah akan terwujud dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) di pasar modal. Hal itu bisa menyulut nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Mengingat bukan orang baru dalam Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pastilah Suahazil sudah memiliki rencana strategis (strategic plan) dalam melaksanakan semua tugas dan wewenangnya di tengah badai internal dan eksternal. Apalagi Suahazil adalah seorang teknokrat sejati mengingat ia guru besar Universitas Indonesia (UI). Plus tanpa transisi yang berarti. Dengan demikian, rencana strategis dan pengalaman panjang di dunia ekonomi itu akan menjadi pedoman yang kokoh dalam menjalankan tugas seiring dengan titah aturan.
Related News
BEI Pulihkan Short Selling, Menguji Kedewasaan Pasar?
IPO Sepi Peminat, Calon Emiten Makin Tak Berhasrat
Risiko di Balik Kenaikan 25 BPS The Fed
Dari Saham Rp1 hingga Short Selling: Benarkah Semua Demi Likuiditas?
Purbaya Bukan Tahu Bulat, Anatomi Pencopotan yang Digoreng Dadakan
Mitigasi Risiko Likuiditas Ketika SAL Ditarik Mendadak





