Minyak Tembus USD113, Ancam Beban Subsidi Energi RI
:
0
Ilustrasi: Magnific
EmitenNews.com - Kenaikan harga minyak mentah dunia yang mendekati level tertinggi dalam lima minggu berpotensi memberikan tekanan berat pada beban subsidi energi dan anggaran belanja negara Indonesia. Lonjakan harga minyak global ini dipicu oleh meningkatnya risiko gangguan pasokan akibat eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah serta ketegangan geopolitik di Eropa.
Berdasarkan data Trading Economics pada Jumat (23/10), harga acuan minyak mentah Brent bertahan di sekitar USD113 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah jenis WTI bertahan di kisaran USD99 per barel. Pergerakan harga ini menjadi sinyal kewaspadaan bagi Indonesia yang berstatus sebagai negara pengimpor bersih (net importer) minyak bumi untuk menjaga stabilitas APBN dan harga bahan bakar dalam negeri.
Peningkatan harga energi global dipicu oleh klaim kelompok militan Houthi asal Yaman atas serangan terhadap pelabuhan Yanbu di Laut Merah Arab Saudi. Serangan mematikan tersebut menargetkan ladang minyak serta bandara di negara pengekspor minyak mentah terbesar di dunia tersebut.
Eskalasi kawasan semakin memanas seiring laporan bahwa militer Amerika Serikat dan Israel telah menyusun rencana serangan baru yang menyasar infrastruktur energi Iran setelah pemilihan paruh waktu bulan depan. Meski ketegangan regional membayangi Selat Hormuz, ekspor minyak mentah dari Teluk Persia saat ini tercatat pulih mendekati level sebelum perang.
Di Eropa, Ukraina mengintensifkan serangan terhadap fasilitas kilang minyak Rusia pada minggu ini di tengah kesepakatan Amerika Serikat dan Rusia terkait pasokan diesel. Kombinasi konflik geopolitik ini memicu ketidakpastian pasokan yang terus melambungkan harga minyak di pasar internasional.(*)
Related News
Inflasi Inti Jepang Tembus 2,1%, BOJ Berpeluang Naikkan Suku Bunga
PHR Zona 4 Temukan Potensi Produksi Minyak dan Gas di Wilayah Sumsel
Ke Hongkong, Bos Danantara Temui Pengendali Saham Astra (ASII)
Danantara Mulai Borong Saham BUMN, Fokusnya Tiga Sektor Ini
Imbas Tensi Timur Tengah, Rupiah Melemah Bersama Uang Regional
Emas Global Tertekan Minyak, Harga Antam Ikut Merosot





