Ke Hongkong, Bos Danantara Temui Pengendali Saham Astra (ASII)
:
0
CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani. Dok. Investor Daily.
EmitenNews.com - Bos Danantara Rosan Perkasa Roeslani bersilaturahim ke Hongkong. CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) itu, bertemu Executive Chairman of Jardine Matheson, Ben Keswick. Pihak konglomerasi Jardines adalah pemegang saham pengendali PT Astra International Tbk (ASII).
Melalui unggahan pada akun Instagram pribadinya, seperti dikutip Kamis (22/10/2026), Rosan menyampaikan, silaturahim ke Hong Kong untuk membicarakan kelanjutan investasi Jardine Matheson di Indonesia.
"Kami membahas keberlanjutan investasi Jardines di Indonesia, mengoptimalkan aset, serta memperluas ekspansi investasi jangka panjang di berbagai sektor strategis," ujar Rosan Roeslani, yang juga Menteri Investasi dan Kepala BKPM.
Jardine Matheson adalah induk usaha Jardine Cycle & Carriage Ltd, pemegang saham pengendali PT Astra International Tbk (ASII). Porsi kepemilikan sebesar 50,11% per 30 September 2026, yang mengukuhkannya sebagai pengendali.
Kita tahu, dari sisi bisnis otomotif, Astra salah satu distributor kendaraan bermotor terbesar di Tanah Air. Dengan catatan penjualan mobil secara wholesales sebanyak 334.987 unit, dari total penjualan mobil nasional sebesar 679.018 unit hingga akhir September 2026.
Hingga akhir kuartal III 2026, penjualan utama mobil Astra dari merek Toyota dan Lexus sebanyak 198.873 unit. Kemudian, Daihatsu sebanyak 112.442 unit, Isuzu 22.975 unit dan UD Trucks 697 unit.
Pada segmen mobil murah ramah lingkungan (LCGC), penjualan Astra hingga September 2026 tercatat sebanyak 66.903 unit dari total pasar LCGC nasional yang mencapai 83.997 unit.
Sementara itu, Head of Media Relations Division Astra Ahmad Muhibbuddin mengatakan, penjualan mobil Astra pada September 2026 tumbuh 12,6% secara tahunan (yoy). Astra akan terus mencermati dinamika ekonomi dan perkembangan pasar otomotif nasional sebagai bagian dari upaya menjaga daya saing, memperkuat sinergi dalam ekosistem otomotif.
Pada kesempatan lain, Managing Director Global Relations & Communications Danantara Pahala Mansury mengungkapkan, BPI Danantara memprioritaskan investasi pada tiga sektor di 2027. Yakni mineral kritis (critical minerals), hilirisasi (downstreaming), hingga infrastruktur digital termasuk kecerdasan buatan (AI).
Dalam pandangan Danantara, infrastruktur AI salah satu sektor dengan potensi besar untuk menarik investasi. Penggalangan investasi dari sektor ini antara lain didorong melalui kegiatan New Asia Forum (NAF), di Bali pada 3-4 Desember 2026. ***
Related News
Danantara Mulai Borong Saham BUMN, Fokusnya Tiga Sektor Ini
Imbas Tensi Timur Tengah, Rupiah Melemah Bersama Uang Regional
Emas Global Tertekan Minyak, Harga Antam Ikut Merosot
Tertekan Kinerja Tesla-Meta, Kontrak Berjangka Saham AS Melemah
Harga Minyak Melonjak Imbas Serangan Ladang Saudi
Sanksi Tegas! OJK Beber Praktik Manipulasi Saham DSSA, BREN, dan CUAN





