EmitenNews.com - Rencana PT Era Graharealty Tbk (IPAC) untuk beralih status menjadi perusahaan tertutup (go private) dan melakukan penghapusan pencatatan saham (delisting) saham perseroan di Bursa Efek Indonesia telah maju selangkah. Rencana itu telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Berdasarkan ringkasan risalah rapat yang dirilis Rabu (21/10/2026), rapat dihadiri pemegang saham yang mewakili 71.465.300 saham atau 80,023% dari total saham dengan hak suara.

Dalam agenda pertama, pemegang saham menyetujui perubahan status perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup.

Keputusan tersebut mendapat 100% suara setuju dari pemegang saham yang hadir, tanpa suara tidak setuju maupun abstain.

Harga VTO Rp250 per Saham

APAC Investment 2 Pte. Ltd telah menyatakan kesiapan untuk menggelar Penawaran Tender Sukarela (Voluntary Tender Offer/VTO). 

Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 16 Oktober 2026, manajemen IPAC menyampaikan APAC Investment 2 Pte. Ltd, selaku pemegang saham utama dan pengendali akan menawarkan pembelian maksimal 89,31 juta saham publik PT Era Graharealty Tbk (IPAC) dengan harga Rp250 per saham.

Jumlah saham yang menjadi sasaran VTO tersebut setara 9,402% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh IPAC. Dengan harga penawaran Rp250 per saham, kebutuhan dana untuk menyerap seluruh saham yang ditawarkan diperkirakan mencapai sekitar Rp22,33 miliar.

Untuk mendanai VTO, APAC Investment 2 memperoleh pinjaman dari APAC Realty Limited, pemegang 100% saham APAC Investment 2. Perjanjian pinjaman ditandatangani pada 13 Oktober 2026.

Menurut keterbukaan informasi tersebut, pendanaan tersebut bersumber dari kas internal APAC Realty Limited dan dapat digunakan untuk membeli saham publik IPAC yang mengikuti penawaran.