MSCI Rilis Metodologi Baru Extreme Price Increase, Efektif Agustus
:
0
MSCI resmi mengumumkankan aturan baru terkait pengetatan metodologi penyaringan (screening) saham yang mengalami lonjakan harga secara tidak wajar atau Extreme Price Increase (EPI). Foto: MSCI
EmitenNews.com - MSCI resmi mengumumkankan aturan baru terkait pengetatan metodologi penyaringan (screening) saham yang mengalami lonjakan harga secara tidak wajar atau Extreme Price Increase (EPI).
Berdasarkan pengumuman yang dirilis MSCI pada 16 Juli 2026 waktu setempat, aturan main baru tersebut mulai efektif berlaku pada index review berikutnya di bulan Agustus 2026.
Dalam aturan ini, MSCI memperketat proses seleksi saham yang berpotensi mengalami kenaikan harga tidak wajar, khususnya pada saham dengan porsi kepemilikan publik (free float) yang rendah.
Dalam metodologi terbaru itu, MSCI menerangkan saham yang memiliki FIF sebesar 0,75 tidak serta merta akan dikenakan pembatasan meski mengalami lonjakan harga yang signifikan. Saham tersebut tetap berpeluang masuk ke dalam MSCI Global Standard Indexes selama memenuhi persyaratan lainnya.
Sebaliknya, saham dengan FIF di bawah 0,75 yang mengalami lonjakan harga ekstrem akan menjalani proses penyaringan yang lebih ketat sebelum dapat dipertimbangkan masuk ke dalam indeks MSCI.
Untuk saham yang belum pernah masuk Investable Market Indexes (IMI),MSCI tidak akan menyertakan mereka untuk review periode Agustus nanti. Tapi, sebagai gantinya saham tersebut tetap berada dalam market investable universe dan akan ditinjau pada review berikutnya.
Sementara itu, perlakuan yang lebih ketat diterapkan terhadap saham yang telah menjadi konstituen MSCI Small Cap Indexes. Di mana saham dengan lonjakan harga ekstrem yang memiliki kapitalisasi pasar di bawah 1,8 kali ambang batas masuk MSCI Standard Index masih dapat dipertahankan di indeks Small Cap.
Namun, apabila kapitalisasi pasarnya telah mencapai atau melampaui 1,8 kali ambang batas tersebut, baik dari sisi kapitalisasi penuh maupun kapitalisasi yang disesuaikan dengan free float, MSCI tidak otomatis memasukkan saham tersebut ke Standard Index.
Sebaliknya, saham itu justru akan dikeluarkan dari MSCI Small Cap Index dan hanya dipertahankan dalam market investable universe untuk ditinjau kembali pada evaluasi indeks berikutnya.
Related News
Blok Masela Jalan, Intip Peluang Cuan Sektor Energi
Picu Volatilitas Bursa Saham: Trump Jual Data Penggerak Pasar
CIMB Niaga Tawarkan Perjalanan Global via Cathay Travel Fair 2026
IHSG Konsisten Menguat, Borong Saham TINS, BMRI, BBCA, dan AKRA
IHSG Jelang Akhir Pekan, Konsolidasi Menguat Tipis
Asing Balik Arah, IHSG Siap Jebol 6.175





