EmitenNews.com -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, rilis MSCI Inc terkait hasil evaluasi berkala (Semi-Annual Index Review) periode Mei 2026 menjadi konsekuensi jangka pendek dari upaya percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia yang telah dijalankan sejak Februari 2026

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan konsekuensi tersebut menjadi sebuah short term pain long term gain.

Artinya, penyesuaian harga saham dan pergerakan indeks saat ini diakui OJK sebagai dampak jangka pendek yang sudah diperkirakan.

"Dan kita harapkan jadi baseline baru, jadi tingkat starting poin kita semakin menghadirkan saham tercatat di bursa menjadi pilihan investasi investor," ujar Hasan dalam konferensi pers di gedung BEI, Rabu (13/5/2026).

Kendat mengalami penurunan indeks, OJK bersama ketiga SRO akan terus memantau untuk memastikan pasar modal tetao stabil dan keseluruhan pasar tetap terjaga.

"OJK akan menjaga momentum percepatan reformasi pasar modal dengan hasil pasar modal (Indonesia) yang semakin trusted, resilience, modern dan atraktif," pungkas Hasan.

Diberitakan sebelumnya oleh emitennews, MSCI Inc resmi membeberkan hasil evaluasi Indonesia periode Mei 2026 itu pada Rabu (13/5) dini hari waktu setempat.

Merujuk pada dokumen resmi MSCI Global Standard Indexes List of Additions/Deletions, inilah rincian perubahan konstituen untuk emiten asal Bursa Efek Indonesia (BEI).

MSCI GLOBAL STANDARD INDEX (Indonesia)
Saham yang masuk: Tidak ada
Saham yang Dikeluarkan
- AMMN (Amman Mineral Internasional)
- TPIA (Chandra Asri Pacific)
- DSSA (Dian Swastatika Sentosa)
- CUAN  (Petrindo Jaya Kreasi)
- BREN (Barito Renewables Energy)
- AMRT (Sumber Alfaria Trijaya)

MSCI GLOBAL SMALL CAP
Saham yang masuk
- AMRT (Sumber Alfaria Trijaya)