EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi cenderung menguat. Kondisi itu, ditopang data neraca dagang masih solid. Namun, pelaku pasar akan menunggu rilis keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI).
Berdasar konsensus pasar, BI akan menaikkan suku bunga 0,5 basis points (bps) rilis pekan ini. ”Kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 6.810, dan resisten 6.880,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Selasa (18/10).
Secara teknikal, Indeks berhasil menutup gap, dan membentuk candle hammer sehingga berpotensi rebound. Indikator stochastic telah membentuk golden cross diikuti volume beli tinggi. Beberapa saham memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini antara lain BRMS, PNBS, PNIN, BBRI, ASII, MIKA, dan AMAR.
Pada perdagangan kemarin, Indeks surplus 0,24 persen menjadi 6.831. Beberapa sektor mengalami penguatan antara lain healthcare naik 0,95 persen, basic materials melejit 0,80 persen, dan energy melesat 0,10 persen. Investor asing membukukan net sell pasar regular Rp492 miliar, dan net buy all market Rp2,40 triliun. Saham paling banyak dibeli investor asing adalah BBNI, GOTO, dan ARTO.
Sementara itu, tiga indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street berhasil ditutup menguat. Nasdaq naik 3,43 persen. Para pelaku pasar merespons positif rilis laporan keuangan bank besar dengan pertumbuhan interest income. Itu sejalan suku bunga The Fed berada di level 3,25 persen. Sementara itu, para pelaku pasar akan menunggu rilis data manufacturing & industrial production diperkirakan menurun.
Pagi ini, bursa Asia mengorbit zona hijau. Indeks Nikkei 225 melesat 1,32 persen, dan Kospi menguat 0,90 persen. Para pelaku pasar masih merespons positif rilis data industrial production Jepang tumbuh 5,8 persen melampaui konsensus pasar. (*)
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal