Paruh I 2026, Laba MBAP Melonjak 97,14 Persen
:
0
(Kiri-Kanan) : Direktur Dani Prastiadi (batik Hitam-merah), CFO Yulius Leonardo (Batik Merah), CEO Khoirudin (Batik putih-hijau), Direktur Helmy Paramaditya (batik cokelat), Meliana Gunawa-Legal and Corporate Secretary Mitrabara Adiperdana usai paparan publik. FOTO - Dok MBAP
EmitenNews.com - Mitrabara (MBAP) paruh pertama 2026 mengemas laba bersih USD4,83 juta. Melonjak 97,14 persen dari episode sama tahun lalu sejumlah USd2,45 juta. Dengan hasil itu, laba per saham dan dilusian menjadi USD0,004 dari sebelumnya USD0,002.
Pendapatan USD93,65 juta, melejit 11,19 persen dari edisi sama tahun sebelumnya USD84,22 juta. Beban pokok pendapatan USD71,66 juta, mengalami penyusutan dari periode sama tahun lalu USD74,76 juta. Laba kotor terkumpul USSD21,98 juta, meroket 132,59 persen dari USD9,45 juta.
Keuntungan yang timbal dari perubahan nilai wajar aset biologis USD438,28 ribu dari nihil. Beban penjualan USD5,95 juta, susut dari USD7,06 juta. Beban umum dan administrasi USD6,45 juta, bengkak dari USD5,71 juta. Beban lain USD157,65 ribu, drop dari laba USD5,45 juta. Laba usaha USD9,86 juta, melejit dari USD2,13 juta.
Penghasilan keuangan uSD1,92 juta, susut dari USD2,46 juta. Pajak atas pendapatan keuangan USD277,71 ribu, turun dari USD492,47 ribu. Beban keuangan USD463,66 ribu, bengkak dari USD297,34 ribu. Bagian rugi dari ventura bersama USD819,16 ribu, bengkak dari USD85,23 ribu. Rugi selisih kurs USD2,82 juta dari USD495,42 ribu.
Jumlah ekuitas USD187,53 juta, mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya USD184,2 juta. Total liabilitas tercatat USD74,04 juta, mengalami pembengkakan dari akhir tahun 2025 sebesar USD67,98 juta. Jumlah aset USD261,56 juta, melesat dari akhir tahun lalu senilai USD252,18 juta. (*)
Related News
Penjualan Tembus Rp87,51 Triliun, Laba HMSP Naik 44,35% Hingga Q3 2026
Volatilitas Transaksi Efek Disorot BEI, Ini Jawaban Emiten Hapsoro
BNI Catat Laba Operasional Sebelum Pencadangan Tertinggi dalam Sejarah
Melejit 14,7 Persen, AUTO Raup Laba Rp1,80 Triliun
Big Banks Jadi Sasaran Jual Asing, Net Sell Rp578,3M di Sesi I (27/10)
Suspensi Jilid II, BEI Suspensi Lagi Perdagangan Saham Emiten MNC Ini





