Pasar Masuk Fase Distribusi, Mirae Sarankan Cermati Saham Defensif
:
0
Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta (Emitennews/Aji).
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) IHSG dinilai mulai memasuki fase distribusi di tengah meningkatnya risiko stagflasi, meskipun bursa global menunjukkan rebound yang cukup kuat.
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat, pelemahan IHSG sebesar 0,6% ke level 7.048 yang disertai aksi jual bersih investor asing sekitar Rp1,2 triliun mencerminkan tekanan domestik yang semakin dominan.
Arus keluar dana asing tersebut terutama terjadi pada saham perbankan besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, serta saham komoditas seperti PT Bumi Resources Minerals Tbk dan PT Bumi Resources Tbk.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan penguatan indeks global seperti Dow Jones Industrial Average dan S&P 500, menandakan divergensi yang semakin lebar antara pasar domestik dan global.
Head of Research & Chief Economist Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak Brent crude oil ke kisaran USD118 per barel menjadi salah satu faktor utama yang menekan pasar.
Di sisi lain, kebijakan pemerintah yang mempertahankan harga BBM subsidi dinilai mampu menjaga inflasi dan daya beli masyarakat, namun berpotensi mempersempit ruang fiskal.
“Bias sell-on-strength masih relevan pada saham perbankan besar dan sektor siklikal, sementara peluang lebih menarik pada saham defensif dengan fundamental kuat dan eksposur domestik,” ujar Rully dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, fase distribusi ini membuka potensi pelemahan lanjutan IHSG hingga ke area 7.005, dengan level support krusial di kisaran 6.892.
Sementara itu, Analis Mirae Asset, Jessica Tasijawa, menyebut pemerintah tengah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk meredam volatilitas global, mulai dari efisiensi fiskal hingga penyesuaian kebijakan energi.
Mirae Asset memproyeksikan inflasi Maret 2026 sebesar 3,8% secara tahunan, sedikit menurun dibanding bulan sebelumnya, meski tekanan dari faktor energi dan musiman masih membayangi.
Related News
BTN Raih Penghargaan Top Company in Banking Transformation 2026
Akhiri Juni IHSG Rontok Lagi, Market Cap di Bawah 10 Ribu Triliun
Menanti Review S&P Bulan Juli hingga MSCI yang Jadi Overhang Terbesar
Merah Total, IHSG Kembali Terpuruk 2,42 Persen ke 5.679
Susunan Direksi BEI Periode 2026-2030, Ini Nama-Namanya
Baru Buka, IHSG Tetiba Anjlok 1,26 Persen ke 5.747





