Patenkan Peringkat Sejahteraraya (SRAJ) idA, Ini Pertimbangan Pefindo
EmitenNews.com - Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idA PT Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ). Prospek terhadap peringkat perusahaan itu stabil. Obligor menyandang peringkat idA berkemampuan kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang.
Meski demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh perubahan buruk keadaan, dan kondisi ekonomi dibanding obligor dengan peringkat lebih tinggi. Peringkat perusahaan mencerminkan kualitas layanan baik, potensi pertumbuhan pendapatan kuat, dan permintaan kuat untuk layanan kesehatan. Namun, peringkat dibatasi struktur permodalan moderat, dan persaingan ketat industri rumah sakit.
Peringkat dapat dinaikkan jika perseroan secara signifikan memperkuat posisi bisnis, dibuktikan dengan pertumbuhan pendapatan kuat, dan peningkatan marjin EBITDA, yang mencerminkan keberhasilan melaksanakan proyek ekspansi rumah sakit. ”Itu juga harus dibarengi perbaikan struktur permodalan berkelanjutan,” tulis Qorri Aina, Analyst Pefindo.
Di sisi lain, peringkat dapat diturunkan jika kinerja bisnis perusahaan memburuk dan/atau proteksi arus kas perusahaan melemah, sebagai akibat dari penurunan signifikan dalam marjin dan/atau investasi didanai utang lebih tinggi dari proyeksi. Berdiri pada 1991, Sejahteraraya Anugrahjaya menyediakan layanan medis bermerek Mayapada.
Perusahaan mengoperasikan 5 rumah sakit tersebar di Jabodetabek, dan Surabaya. Per 31 Maret 2022, pemegang saham Sejahteraraya meliputi PT Surya Cipta Inti Cemerlang 59,99 persen, High pro Investment Limited 18,17 persen, Wing Harvest Limited 15,46 persen, dan lainnya termasuk publik 6,38 persen. (*)
Related News
Komisaris Indospring (INDS) Tampung Beli 100 Ribu Saham Kala Harga ARB
Gugatan PKPU Sudah Dicabut, TAMU Pastikan Operasional Aman
Tembus Rp1,47T, Laba Astra Agro (AALI) Melonjak 28,25 Persen di 2025
OJK Bongkar Kasus Transaksi Semu Saham IMPC 2016, Ini Kronologisnya
Bos NTBK Jual Berturut 50 Juta Saham, Total Nilai Rp4,6 Miliar
Dalam Proses Akuisisi, Pengendali DPUM Diam-Diam Jual 25 Juta Saham





