Pefindo Catat Positif Prospek Obligasi Pemerintah, Penawaran Melonjak
:
0
Ilustrasi Surat Utang Negara. Dok. SINDonews.
EmitenNews.com - Prospek Surat Utang Negara (SUN) masih relatif cukup baik, di tengah tekanan akibat gejolak perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Prospek positif obligasi negara tersebut juga didukung oleh kondisi investor domestik yang masih relatif solid dan dapat menjawab penawaran SUN.
Kepala Divisi Riset PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Suhindarto mengatakan hal tersebut dalam konferensi pers Pefindo secara daring di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Prospek tersebut juga tercermin dari hasil lelang SUN yang tercatat mencapai Rp78,4 triliun pada 14 April 2026. Terjadi lonjakan 34 persen dibandingkan Rp58,22 triliun pada lelang 31 Maret 2026.
"Prospek SUN relatif cukup baik. Memang kebutuhan anggaran pemerintah yang tinggi ini akhirnya akan mendorong yield cenderung relatif naik," ujar Suhindarto dalam konferensi pers Pefindo secara daring di Jakarta, Rabu.
Prospek positif tersebut juga didukung oleh kondisi investor domestik yang masih relatif solid dan dapat menjawab penawaran SUN, yang mana juga berpotensi menahan kenaikan yield SUN supaya tidak terlalu tinggi.
Dengan kondisi investor domestik yang masih relatif solid dan masih bisa menjawab penawaran yang ada, diharapkan bisa menjadi bumper tersendiri. Ini penting supaya yield-nya naiknya tidak terlalu banyak.
Menurut Suhindarto yield SUN sebetulnya masih berpotensi turun pada awal tahun, namun eskalasi konflik antara Amerika Serikat dengan Iran, telah mempersempit ruang penurunannya.
Penyempitan ruang penurunan tersebut seiring dengan ekspektasi bahwa bank sentral AS The Fed hanya akan menurunkan suku bunga acuannya sebanyak satu kali pada 2026, atau bahkan tidak ada penurunan sama sekali.
“Dengan kondisi tersebut, kemungkinan untuk kinerja SBN yield-nya tidak akan jauh berbeda dibandingkan dengan tahun lalu. Bahkan mungkin akan ada terjadi lonjakan sedikit ketika risiko perang ini mengalami kenaikan," ujar Suhindarto.
Dalam laporannya, Kementerian Keuangan mengumumkan hasil lelang SUN tercatat mencapai Rp78,4 triliun pada 14 April 2026, atau melonjak 34 persen dibandingkan Rp58,22 triliun pada lelang 31 Maret 2026.
Bagusnya, kualitas permintaan meningkat tajam. Rasio penawaran terhadap permintaan untuk seri FR0107 dan FR0108 mencapai 1,8 hingga 2 kali, dibandingkan dengan rasio yang hanya mendekati 1 kali pada lelang sebelumnya.
Perbedaan tersebut penting, karena rasio mendekati 1 menandakan permintaan yang tipis, sedangkan rasio 2 mencerminkan selera investor yang sebenarnya dengan ruang yang cukup.
Hasil lelang obligasi pemerintah yang melonjak, mencerminkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia tengah pulih. ***
Related News
Soal Usul Moratorium Pembangunan Smelter Alumunium, Ini Kata ESDM
Mari Gunakan Energi Alternatif, PGN Jabarkan Keunggulan BBG
Potensi Ekspor Durian Parigi Moutong Rp1 T, Besar Permintaan China
HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Periode Kedua April Turun Segini
HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Periode Kedua April Turun Segini
Ditutup Melemah Rp17.127, Rupiah Hari Ini Masih Tertekan





