Yen Terancam Tembus 165 per Dolar AS, Intervensi Mengintai
:
0
Nilai tukar yen Jepang menghadapi tekanan yang kian meningkat menjelang pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ). Ilustrasi: FB The Nation
EmitenNews.com - Nilai tukar yen Jepang menghadapi tekanan yang kian meningkat menjelang pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ). Pelaku pasar memperingatkan bahwa kegagalan Gubernur Kazuo Ueda untuk memberikan sinyal yang cukup agresif dapat mendorong yen menembus angka 165 per dolar AS, sekitar USD 1,007 per 165 yen, serta memicu intervensi langsung oleh otoritas valuta asing Jepang.
Berdasarkan data BigGo Finance, mata uang Jepang tersebut kini diperdagangkan mendekati level terendahnya sejak tahun 1986. Pelemahan ini tertekan oleh kenaikan harga minyak internasional, kekhawatiran atas kesehatan fiskal Jepang, serta perbedaan suku bunga yang mencolok antara Amerika Serikat dan Jepang.
Di tengah volatilitas pasar, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama baru-baru ini memperingatkan tindakan tegas terhadap fluktuasi mata uang yang berlebihan. Dari pihak pelaku pasar, Kepala Investasi di RBC BlueBay Mark Dowding menyampaikan kepada Bloomberg, "jika Gubernur Ueda tidak cukup agresif, yen akan melemah lebih jauh di bawah 165 per dolar."
Sementara itu, ahli strategi di Commonwealth Bank of Australia Samara Hammoud menilai, "agar yen benar-benar menguat, BOJ perlu memberikan kejutan hawkish yang berarti — baik berupa panduan yang lebih jelas tentang waktu kenaikan suku bunga berikutnya atau sinyal bahwa kenaikan suku bunga yang lebih besar sedang dipertimbangkan." Ia turut memperingatkan bahwa pembalikan tren dolar-yen tetap sulit diharapkan karena fundamental seperti neraca perdagangan dan perbedaan suku bunga masih tidak menguntungkan bagi yen.
Ancaman pelemahan yen ini turut ditegaskan oleh Kepala Investasi Pendapatan Tetap di Asset Management One Taketomo Shimizu. Ia memperingatkan bahwa "jika konferensi pers BOJ ditafsirkan sebagai sikap lunak, yen dapat dengan mudah menembus 165 per dolar, yang akan memicu intervensi valuta asing."
Dinamika pergerakan yen dan arah kebijakan BOJ ini menjadi perhatian bagi pasar keuangan Indonesia. Fluktuasi nilai tukar di kawasan Asia serta perbedaan suku bunga global berpotensi memicu volatilitas arus modal asing dan memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah di pasar domestik.(*)
Related News
Emas Tertahan di USD 4.020 Jelang Keputusan The Fed
Stok AS Menyusut, Harga Minyak Mentah Tembus USD83
Dow Jones Menguat karena Harga Minyak, Nasdaq Terjungkal karena Chip
Produksi Migas PHE 935 Ribu Barel, Turun Sampai 10 Persen
Naik Tipis Pendapatan Ancol (PJAA) Jadi Rp496 Miliar, Hingga Juni 2026
Jaga Rupiah, BI Pangkas Biaya Hedging





