EmitenNews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan moneter terbaru di The Fed dan menuntut agar suku bunga acuan segera dipangkas secara drastis. Ia menilai tingginya biaya pinjaman saat ini justru memberatkan perekonomian.

"Suku bunga acuan harus diturunkan menjadi 1% atau kurang karena kita adalah Lembaga Kredit Terbaik di Dunia — JAUH LEBIH BAIK," tulis Donald Trump dalam unggahan di platform Truth Social.

Protes tersebut mengemuka setelah Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), sebelumnya memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25% pada Rabu. Menurut data laporan, kenaikan ini merupakan yang pertama dalam tiga tahun terakhir dan mengerek suku bunga acuan The Fed ke level sekitar 3,9%.

Trump mengklaim AS sebenarnya bisa menghasilkan setidaknya USD1,5triliun per tahun jika menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang menyumbang defisit. Ia menyebut defisit sebagai istilah lain untuk kerugian.

Sementara itu, The Fed mengisyaratkan peluang kenaikan suku bunga kedua hingga 4,1%. Menyusul keputusan tersebut, deretan bank besar seperti JPMorgan, Bank of America, dan Citigroup merespons dengan menaikkan suku bunga acuan mereka dari 6,75% menjadi 7% pada Kamis.

Dalam konferensi persnya, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa keputusan pengetatan moneter terpaksa diambil karena tekanan harga di tingkat konsumen masih tergolong tinggi.

"Faktanya, inflasi terlalu tinggi dan sudah berlangsung terlalu lama. Kita harus yakin bahwa inflasi inti bergerak menuju target kita dengan jelas dan dengan kecepatan yang memadai," ujar Kevin Warsh.

Warsh menambahkan bahwa langkah pengetatan ini juga sejalan dengan bank sentral global lain, seperti Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Jepang, yang merespons gejolak pasar serta kenaikan harga minyak dunia.(*)