EmitenNews.com - Saham AS sebagian besar ditutup melemah Rabu (16/9/2026) waktu setempat setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Di sisi lain Ketua The Fed Kevin Warsh memperingatkan bahwa inflasi tetap tinggi secara persisten.

Dow Jones Industrial Average turun 631,33 poin, atau 1,21%, menjadi 51.461,78.
S&P 500 turun 33,92 poin, atau 0,45%, menjadi 7.551,81, sementara Nasdaq Composite hampir stagnan di angka 25.978,43.

The Fed secara bulat menaikkan suku bunga federal funds sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4%, yang menandai kenaikan suku bunga pertama sejak Juli 2023. Para pembuat kebijakan juga memproyeksikan satu kenaikan tambahan sebesar seperempat poin pada tahun ini.

Pasar saham awalnya merespons positif keputusan yang telah banyak diantisipasi tersebut, namun kemudian berbalik arah ketika Warsh menekankan adanya tekanan harga yang persisten dalam konferensi pers setelah pertemuan.

"Faktanya adalah inflasi terlalu tinggi, dan kondisi ini sudah berlangsung terlalu lama," ujar Warsh sebagaimana dikutip Anadolu, Kamis (17/9/2026) seraya menambahkan bahwa data inflasi selama musim panas tidak menunjukkan perbaikan berarti pada tren dasarnya.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS (*Treasury*) tenor 10 tahun kembali naik melampaui ambang batas psikologis penting di level 5%, diperdagangkan di kisaran 5,02%.

Saham perbankan memimpin penurunan di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut dan tingginya biaya pinjaman dapat melemahkan aktivitas penyaluran kredit dan perekonomian.

Saham Bank of America, Wells Fargo, Goldman Sachs, dan Citigroup turun sekitar 3%, sementara JPMorgan Chase turun sekitar 1%.

Saham Intel naik menyusul laporan bahwa produsen cip AS tersebut sedang melakukan pembicaraan dengan produsen memori asal Korea Selatan, SK Hynix, mengenai manufaktur semikonduktor di AS; hal ini turut membantu membatasi penurunan pada indeks Nasdaq yang didominasi sektor teknologi. Indeks dolar AS naik sekitar 0,6% ke level 100,21, angka tertinggi sejak akhir Juli.

Harga emas berjangka turun 0,6% menjadi $4.266 per ons, sementara minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate, merosot 3,7% menjadi $101,87 per barel.
Saham Eropa ditutup menguat