Pelabuhan Tanjung Priok Ekspansi Bisnis di Kegiatan Shorebase

Petugas PTP sedang melakukan Inspection material untuk support drilling offshore di Open Yard, di Pelabuhan Banyuwangi. (Foto : Pelabuhan Tj. Priok / PTP nonpetikemas)
EmitenNews.com - PT Pelabuhan Tanjung Priok, yang dikenal dengan nama PTP nonpetikemas, memperluas bisnis layanan jasa kepelabuhanannya dalam penanganan kegiatan shorebase. Ekspansi dilakukan anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) tersebut untuk mendukung kegiatan Up Stream Hulu Migas.
Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, Indra Hidayat Sani berharap, melalui ekpansi tersebut dapat meningkatkan efisiensi operasional sehingga dapat mengurangi biaya logistik.
Saat ini, PTP nonpetikemas telah sukses mengembangkan kompetensi operasionalnya dengan menyediakan berbagai layanan dan fasilitas operasi shorebase berstandar internasional.
Layanan yang disediakan oleh PTP nonpetikemas meliputi Open Yard untuk stacking dan staging point, Open Yard untuk Liquid Mud Plant, Open Yard untuk Dry Bulk Plant, operasi jetty 24 jam, Shorebase Site Office, gudang dengan standar keselamatan dan keamanan tinggi, layanan alat berat, serta layanan personil shorebase bersertifikasi migas, dan workshop dan industrial hub complex.
Hingga kuartal kedua tahun ini, PTP nonpetikemas telah menangani kegiatan shorebase untuk berbagai klien domestik dan internasional dari perusahaan migas asing seperti Harbour Energy (Inggris), Mubadala Energy (Abu Dhabi), HCML (China & Australia), Conrad Energy (Singapura) dan Medco energy (Swasta National) dengan wilayah operasi di Jakarta, Lhoksumawe Aceh, dan Banyuwangi Jawa Timur.
"PTP nonpetikemas telah menangani kegiatan shorebase mendukung kegiatan Up Stream Hulu Migas di Jakarta, Lhoksumawe Aceh, dan Banyuwangi Jawa Timur. Kami siap menerima layanan penanganan kegiatan shorebase dan membuka peluang untuk kerja sama dalam bisnis penanganan kegiatan shorebase di seluruh Indonesia," ujar Indra pada Rabu (14/8/2024).
Shorebase sendiri adalah fasilitas pusat kegiatan logistik di pinggir laut yang umumnya terletak di area lini-1 dan lini-2 pelabuhan, dirancang dan dioperasikan untuk mendukung kegiatan logistik industri hulu minyak dan gas bumi, termasuk eksplorasi, pengeboran, proyek konstruksi, dan kegiatan produksi lepas pantai.
"PTP nonpetikemas berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan mengutamakan keselamatan dan ketepatan waktu dalam setiap proses kegiatannya," imbuh Indra.
Sementara itu, terkait hal tersebut, Sekretaris Perusahaan PTP nonpetikemas, Fiona Sari Utami mengungkapkan, operator terminal nonpetikemas, PTP nonpetikemas telah beroperasi di 11 wilayah bagian barat Indonesia yang menangani kegiatan bongkar muat kargo curah cair, curah kering, general kargo, dan lain-lain.
PTP nonpetikemas terus melakukan proses transformasi dan standarisasi operasional dan komersial di seluruh cabang PTP nonpetikemas dengan mengacu pada 6 pilar transformasi yakni, Proses, SDM, Teknologi, Peralatan, Infrastruktur & HSSE.(*)
Related News

OP Pangan Murah Salurkan 2.853 Ton Komoditas Selama Ramadan

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker