Pemerintah Bidik Rp36 Triliun dari Lelang 9 Seri SUN Selasa (14/4)
:
0
|
:
78
Pemerintah Selasa 14 April 2026 besok akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2026.
EmitenNews.com - Pemerintah Selasa 14 April 2026 besok akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2026. Lelang dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik.
Dilansir dari laman Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan, ada 9 seri SUN yang akan dilelang: yakni seri SPN01260516 (New Issuance), SPN03260715 (New Issuance), SPN12270401 (Reopening), FR0109 (Reopening), FR0108 (Reopening), FR0106 (Reopening),
FR0107 (Reopening), FR0102 (Reopening) dan seri FR0105 (Reopening).
Untuk tiga SUN seri SPN memberikan tingkat kupon diskonto. Sedangkan untuk enam obligasi negara sisanya tingkat kuponnya sebagai berikut:
Seri FR0109 5,87500%
Seri FR0108 6,50000%
Seri FR0106 7,12500%
Seri FR0107 7,12500%
Seri FR0102 6,87500%
Seri FR0105 6,87500%.
Dari kesembilan seri SUN yang dilelang, pemerintah mematok target indikatif Rp36 triliun, dengan target maksimal 150% dari target indikatif.
Lelang akan dibuka 14 April pukul 9.00 dan ditutup pukul 11.00 WIB, sedangkan tanggal setelmen Kamis 16 April 2026. Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price).
Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.
Pemerintah memiliki hak untuk menjual kesembilan seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp1 juta.(*)
Related News
Harga Acuan Penjualan (HAP) Kedelai Disepakati Rp11.500/Kg
Cek, Berikut 10 Saham Top Losers dalam Sepekan
Telisik! 10 Saham Penghuni Top Gainers Pekan Ini
IHSG Melejit 6,14 Persen, Aksi Jual Asing Rp37,14 Triliun
CPO Didorong Jadi Alternatif Bahan Baku Industri Plastik
Mendag Dorong Revitalisasi Pasar Rakyat Jadi Lebih Modern





