Pengendali VICI Ramaikan TRIN
:
0
Salah satu properti milik perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Aksi transaksi saham Perintis Triniti Properti (TRIN) kembali menjadi perhatian pasar. Itu menyusul laporan perubahan kepemilikan saham disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di mana, PT Satya Devya, diketahui memiliki relasi dengan Komisaris TRIN, tercatat melakukan penyesuaian kepemilikan saham.
Kepemilikan perusahaan tersebut berkurang dari sebelumnya sekitar 182 juta saham atau setara 4 persen, menjadi sekitar 133 juta saham atau 2,92 persen. Perubahan komposisi kepemilikan itu, memunculkan pertanyaan di kalangan investor mengenai kemungkinan adanya hubungan antara dua peristiwa tersebut.
Sebagian pelaku pasar berspekulasi pengurangan kepemilikan oleh Satya Devya dapat saja berkaitan dengan masuknya pemegang saham baru. Di samping itu, berdasar data akses keterbukaan kepemilikan saham di atas 1 persen, PT Sukses Sejati Sejahtera, sebuah entitas diketahui merupakan bagian dari kelompok usaha pengendali Victoria Care Indonesia (VICI).
Nah, masuknya entitas terafiliasi dengan pengendali VICI itu, memunculkan pandangan bahwa langkah tersebut berpotensi menjadi investasi strategis jangka panjang. Namun demikian, hingga saat ini baik manajemen VICI maupun TRIN belum memberikan keterangan resmi mengenai tujuan investasi tersebut, apakah semata-mata sebagai investasi portofolio atau merupakan bagian dari rencana kolaborasi bisnis lebih luas di masa mendatang.
Perkembangan lebih lanjut mengenai dinamika kepemilikan saham tersebut masih menjadi perhatian pelaku pasar yang menanti arah strategi selanjutnya dari kedua pihak. (*)
Related News
NPGF Raup Pendapatan Rp241,72M, Penjualan NPK Granul Naik 116 Persen
Kinerja Solid, OMED Naikkan Target Pendapatan Jadi Rp2,5 Triliun
Pengendali TRIN Lepas 35,94 Juta Saham, Nilainya Rp8,62 Miliar
Defisit, Saham Anjlok, Emiten Martua Sitorus Rugi Makin Bengkak
Usai Dicaplok H Isam, ini Kinerja Emiten Dato Low per 30 September
Tumbuh Solid, Pendapatan Personel Alih Daya (PADA) Rp1,4T di Q3-2026





