EmitenNews.com -Harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah diprediksi akan terus naik hingga tahun 2025. Beberapa prediksi harga CPO di tahun 2025 masih melanjutkan tren positif, bahkan Gapki memprediksi harga CPO mampu tembus di kisaran 3.700—4.500 ringgit, hal ini juga didukung oleh produksi CPO yang di proyeksi naik 5 persen hingga akhir 2024.

Katalis positif dari dalam negeri adalah pemerintah akan menggulirkan program biodiesel B40 mulai Januari 2024. Di sisi lain, produksi CPO nasional sedang dalam tren melambat seiring aktivitas agronomis sepanjang 2022 dan 2023 akibat minimnya pemupukan dan faktor perubahan iklim. Lonjakan harga CPO bisa menjadi momentum para perusahaan di sektor ini menaikkan kinerja keuangannya.

Disisi lain, Proses pembangunan di Indonesia masih berada pada fase awal (early stages) dari lintasan pembangunan (pathway of development) ke masa depan. Namun demikian, sejak awal pemerintah telah meletakkan dasar- dasar kebijakan pengelolaan pembangunan nasional secara lintas sektoral dan lintas wilayah/ruang. Kebijakan nasional yang dimaksud berupa peraturan perundang-undangan mulai dari level undang-undang sampai pada peraturan menteri pelaksanaan undang-undang.

Indonesia mengadopsi paradigma pembangunan berkelanjutan dimana pembangunan ekonomi, sosial dan pelestarian lingkungan berjalan secara seimbang, inklusif, dan harmoni.

Konsistensi Indonesia dengan paradigma pembangunan berkelanjutan makin terlihat jelas dengan diadopsinya Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai platform baru pembangunan dunia periode 2015-2030. Komitmen pemerintah Indonesia untuk turut berkontribusi dalam pencapaian SDGs tertuang dalam Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017 dan Peraturan Presiden No. 111 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Sebagai peraturan pelaksana untuk mendukung implementasi SDGs/TPB di Indonesia, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional menerbitkan Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional No. 7 Tahun 2018 tentang Koordinasi Perencanaan, Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Deni Agustinus Corporate Secretary mengatakan, Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) turut serta mendukung program pemerintah untuk pembangunan berkelanjutan dengan berbagai aksi nyata seperti Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) turut serta mendukung program pemerintah untuk pembangunan berkelanjutan dengan berbagai aksi nyata seperti  memastikan sustainability policy SSMS diterapkan  diseluruh operasional perusahaan yang salah satunya adalah komitmen terhadap sertifikasi RSPO dan ISPO serta sertifikasi lainnya. Selain itu, SSMS saat ini menjalankan pilot project Penilaian dan aksi migasi karbon di salah satu anak perusahaannya yang kedepannya akan diarahkan masuk pada IDX carbon.

SSMS menilai pembangunan berkelanjutan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan terhadap lingkungan sehingga dapat berdampak positif pada saat ini dan masa mendatang.

Sinkronisasi yang dilakukan oleh SSMS dalam menjalankan bisnis sawit dimana harga CPO terus naik dan keberlanjutan dapat dilihat dari  keberhasilan perseroan dalam menerapkan hilirisasi bisnis dengan anak perusahaannya. Produksi CPO dan TBS Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) sejak awal tahun hingga saat ini ada di angka 326.955 MT dan 1.168.743 MT, kontribusi terbesar penjualan sementara adalah CPO sebesar 234.296 MT, dimana porsi terbesar penjualan CPO Perseroan kepada entitas anak yaitu PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT).

Reza Priyambada selaku Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI), mengatakan kalau dilihat dari Harga CPO global cenderung mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan dari industri biofuel serta menurunnya produktivitas CPO di Indonesia dan Malaysia. Namun demikian, kenaikan tersebut tentu harus kita lihat lagi apakah berimbas langsung atau tidak terhadap kinerja dari para emiten sawit karena untuk melakukan adjustment kan tidak serta merta saat itu juga berubah. "Harus dilihat lagi dari kontrak penjualannya," ujar Reza.

Kecuali jika mereka, melakukan adjustment sejak kenaikan Harga CPO setelah di bulan September, kemungkinan masih bisa dibukukan di kuartal ke-4 2024 ini.

Untuk SSMS. kinerja hingga Kuartal III-2024 tercatat baik dimana laba menunjukan peningkatan meski dari sisi penjualan stabil. Sejumlah Langkah efisiensi dari kegiatan operasional membantu SSMS mampu mencetak kenaikan laba bersihnya. 

Pergerakan sahamnya sempat melonjak namun, tidak lama dimana pelaku pasar profit taking dan berbalik melemah. Tampaknya pergerakan saham SSMS cooling down untuk sementara Waktu sambil kita lihat sentiment di CPO berikutnya maupun info update dari perseroan.