Perluas Bisnis, BUAH Bidik Perdagangan Daging Ayam Olahan
:
0
PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) bersiap memperluas lini bisnisnya dengan menambah kegiatan usaha di sektor perdagangan besar daging ayam dan daging ayam olahan.
EmitenNews.com - PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) bersiap memperluas lini bisnisnya dengan menambah kegiatan usaha di sektor perdagangan besar daging ayam dan daging ayam olahan.
Langkah ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei 2026.
Selama ini, Perseroan dikenal sebagai distributor buah-buahan impor serta perdagangan besar daging unggas beku. Namun, seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap produk pangan yang lebih beragam, BUAH melihat peluang untuk memperluas portofolio produknya.
Manajemen BUAH, dalam keterbukaan informasi, Kamis (2/4/2026) menjelaskan, ekspansi ini bukan langkah yang benar-benar baru, melainkan kelanjutan dari bisnis yang sudah berjalan. Dengan pengalaman di distribusi produk pangan, termasuk daging unggas beku, Perseroan dinilai memiliki fondasi kuat untuk masuk lebih dalam ke segmen daging ayam olahan.
Didukung jaringan distribusi serta basis pelanggan yang telah terbentuk, BUAH berupaya memaksimalkan infrastruktur yang ada untuk mendorong pertumbuhan tanpa harus membangun dari nol.
Melalui penambahan lini usaha ini, Perseroan menargetkan dapat memperluas variasi produk, meningkatkan daya saing di industri distribusi pangan, serta mendorong pertumbuhan pendapatan.
Diversifikasi ini juga membuka peluang peningkatan volume penjualan, seiring bertambahnya jenis produk yang ditawarkan kepada pelanggan.
Manajemen menilai langkah ekspansi ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan Perseroan.
Related News
Emiten Prajogo (TPIA) Buyback Rp2 Triliun via BCA Sekuritas
Emiten Aguan Raup Laba Naik 38,46 Persen, Efek iPhone 18 Pro Series?
Saham SUPA Bangkit, Laba Meroket 398,8 Persen
Kuartal III, COIN Berbalik Boncos Rp40,78 Miliar
WISL Siapkan Kas Rp2,12 Triliun Buat Lunasi Utang
BNI Buyback Rp547 Miliar, Durasi Sampai 27 Januari





