Pertamina Raih Pendapatan Rp1.167 Triliun, Laba Bersih jadi Signifikan
:
0
Ilustrasi aktivitas PT Pertamina (Persero). Dok. Pertamina.
EmitenNews.com - Sepanjang 2025, PT Pertamina (Persero) membukukan kinerja positif. BUMN migas itu, meraih pendapatan sebesar USD70,89 miliar, atau Rp1.167,99 triliun), dengan EBITDA sebesar 11,43 miliar dolar AS (Rp188,33 triliun).
Mengutip Laporan Tahunan Tahun Buku 2025, perseroan juga mencatat laba bersih signifikan, mencapai sebesar USD3,35 miliar, atau setara Rp55,20 triliun.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (24/6/2026), Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan, secara keseluruhan, capaian tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon.
“Juga meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Simon.
Bagusnya lagi, Pertamina juga memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp360,76 triliun melalui pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen.
Lainnya lagi, perseroan merealisasikan investasi di dalam negeri sekitar USD5,9 miliar (Rp97,20 triliun), serta mencatat Penyerapan Belanja Produk Dalam Negeri (PDN) sebesar Rp531,5 triliun.
Pada sektor hulu, sepanjang 2025, produksi migas tetap terjaga di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), sedangkan sektor pengolahan mencatat Yield Valuable Product sebesar 83,7 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, kilang Pertamina juga mengolah volume intake mencapai 333 juta barel.
Pertamina Memasok Sekitar 70 Persen Kebutuhan BBM Nasional
Untuk sektor hilir, kilang Pertamina memasok sekitar 70 persen kebutuhan BBM nasional untuk mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian Indonesia.
Satu hal lagi, bisnis gas menunjukkan kinerja positif dengan volume transmisi gas mencapai 587 BSCF atau tumbuh 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta volume niaga gas terjaga di 305 juta MMBTU.
Related News
Diskusi Paramadina, Ekonom Nilai UU P2SK Mesin Pencuci Uang Kotor
Waduh, Rupiah Kok Loyo Lagi, Dampak Rilis MSCI?
Harga Emas di Bawah Bayang-Bayang Arah Kebijakan Fed
Korsel 12 Tahun Beruntun Gagal Tembus Pasar Negara Maju MSCI
Hormuz Anteng, Harga Minyak Turun Dekati Level Sebelum Konflik
Incar SIBS 2026, Pemprov Jabar Siapkan 46 Proyek dan Kawasan Industri





