EmitenNews.com -PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) tengah bersiap membawa sejumlah perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2026. Direktur Utama KISI, Kyoung Hun Nam, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya memiliki sekitar tujuh hingga delapan perusahaan dalam daftar pipeline Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).

Menurut Nam, pengerjaan proyek IPO ini merupakan hasil persiapan panjang yang telah dilakukan selama enam bulan hingga satu tahun terakhir. Meskipun kondisi pasar saat ini tengah dibayangi sentimen "wait and see" akibat isu MSCI dan peringkat kredit S&P, ia menegaskan bahwa proses tersebut masih berjalan dengan baik.

"Sejauh ini tidak ada dampak signifikan. Kami telah merealisasikan hampir 50% dari pipeline kami sepanjang Januari dan Februari, yang pengerjaannya sudah dimulai sejak semester kedua tahun lalu," ujar Nam dalam sesi wawancara, Jumat (27/2).

Sektor dan Nilai IPO

KISI mengidentifikasi beberapa sektor utama yang akan meramaikan bursa melalui kawalannya, antara lain: perbankan, pariwisata, pertambangan hingga infrastruktur.

Mengenai nilai emisi, Nam menyebutkan bahwa target nilai tertinggi untuk aksi korporasi ini diperkirakan mencapai angka triliunan rupiah. "Nilai tertingginya saat ini sekitar Rp2 triliun hingga Rp3 triliun," tambahnya.

Optimisme Pasar

Walaupun pasar saham di semester pertama tahun ini diprediksi masih akan bergejolak, Nam tetap optimis bahwa sentimen akan membaik pada semester kedua, terutama setelah adanya kepastian kebijakan pemerintah terkait MSCI.

KISI bahkan memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau Jakarta Composite Index berpotensi bergerak menuju level 9.000 hingga 10.000 pada akhir tahun ini. Selain fokus pada IPO, KISI juga terus mendorong penggunaan aplikasi iKISI untuk memperkuat basis investor digital dan meningkatkan aktivitas transaksi di pasar modal Indonesia secara berkelanjutan.