PLTP Dieng Unit 2 Bakal Tambah 55 MW Listrik Bersih untuk Jawa-Bali
:
0
PT Geo Dipa Energi (Persero) atau GDE resmi memulai proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 berkapasitas 55 MW. (Foto: Think Geo Energy)
EmitenNews.com - PT Geo Dipa Energi (Persero) atau GDE resmi memulai proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 berkapasitas 55 MW. Groundbreaking dilakukan di area PAD 12, Wilayah Kerja Panas Bumi Dieng, Jawa Tengah, Kamis 25 Juni 2026.
Kegiatan diresmikan Direktur Panas Bumi EBTKE Kementerian ESDM Priatin Hadi Wijaya bersama Dirut GDE Yudistian Yunis, Komisaris Utama GDE Heri Setiawan, jajaran kontraktor PT Timas Suplindo dan PT Rekayasa Engineering, serta pejabat Pemprov Jateng, Bupati Banjarnegara dan Wonosobo.
“Kapasitas tambahan 55 MW dari Dieng Unit 2 ini bukan sekadar angka. Proyek ini membawa kontribusi nyata dalam memperkuat keandalan pasokan listrik berbasis energi bersih di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali,” kata Priatin.
Dampak Ekonomi dan Lapangan Kerja
Selain menambah pasokan, PLTP Dieng juga jadi penggerak ekonomi regional. Dirut PT Rekayasa Engineering Donal Silitonga memperkirakan proyek menyerap sekitar 800 tenaga kerja langsung saat puncak konstruksi, dengan minimal 20% tenaga kerja lokal.
Yudistian Yunis menyebut energi bersih yang andal akan menarik investasi industri dan memperkuat kawasan ekonomi. “Energi bersih yang andal akan menjadi faktor penting dalam menarik investasi industri, memperkuat kawasan ekonomi, serta mendukung pertumbuhan industri yang membutuhkan pasokan energi rendah emisi,” ujarnya.
GDE juga mengapresiasi sinergi Pemprov Jateng, Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Asian Development Bank, kontraktor Joint Operation PT Timas Suplindo dan PT Rekayasa Engineering, serta masyarakat.
Target Bauran EBT Nasional
Panas bumi jadi tulang punggung target EBT pemerintah. Berdasarkan data Kementerian ESDM, kapasitas terpasang panas bumi Indonesia per akhir 2024 mencapai 2.588,5 MW, menjadikannya yang terbesar kedua di dunia setelah AS. Pemerintah menargetkan bauran EBT 23% pada 2025 dan 31% pada 2050 sesuai RUPTL PLN 2021-2030.
Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani menyampaikan apresiasi lewat video. “Ini merupakan langkah nyata dari pengembang Indonesia untuk mengembangkan energi panas bumi sebagai salah satu pondasi ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Related News
Gas Perdana Lapangan Karamba Kaltim Siap Pasok Kilang Balikpapan
Telisik Daftar Negara Emerging Market, Ada Indonesia hingga Brasil
IHSG Akhir Pekan Merosot 1,72 Persen, Saham Grup Barito Kompak Merah
Tak Hanya Indonesia, MSCI Juga Beri Kartu Kuning ke Turki
Emiten Grup Bakrie Dominasi Top Losers Pekan ini
Simak! Berikut 10 Saham Top Gainers dalam Sepekan





