Potensi Delisting, BEI Masukkan 59 Saham ke Daftar Watchlist!
:
0
Investor tengah memantau gerak indeks saham. Foto: EmitenNews
EmitenNews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengumumkan daftar perusahaan tercatat yang berpotensi mengalami delisting setelah sahamnya disuspensi selama enam bulan atau lebih.
Manajemen BEI dalam keterangannya Selasa (30/6/2026) mengatakan, “Hingga 30 Juni 2026, jumlah emiten yang masuk daftar tersebut mencapai 59 perusahaan tercatat, sesuai ketentuan Peraturan Bursa Nomor I-N.”
BEI menjelaskan, delisting oleh bursa dapat dilakukan apabila emiten mengalami kondisi atau peristiwa yang berdampak signifikan terhadap kelangsungan usaha, tidak lagi memenuhi persyaratan pencatatan, atau sahamnya telah disuspensi sedikitnya selama 24 bulan.
Selain itu, apabila suspensi telah berlangsung enam bulan berturut-turut, bursa wajib mengumumkan potensi delisting kepada publik dan memperbaruinya setiap Juni serta Desember hingga suspensi dicabut atau delisting dilaksanakan.
Dalam pengumuman tertanggal 30 Juni 2026, BEI mencantumkan Daftar Pemantauan (Watchlist) sebanyak 59 emiten yang telah disuspensi selama enam bulan atau lebih.
Beberapa di antaranya bahkan telah dibekukan selama lebih dari tujuh tahun, seperti PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI) selama 87 bulan, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) 86 bulan, PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) 84 bulan, PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) 80 bulan, serta PT SMR Utama Tbk (SMRU) dan PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) yang masing-masing telah disuspensi selama 78 bulan.
Berikut daftar lengkap 59 emiten yang diumumkan BEI berpotensi delisting:
PT Alumindo Light Metal Industry Tbk. (ALMI)
PT Tri Banyan Tirta Tbk. (ALTO)
PT Armidian Karyatama Tbk. (ARMY)
Related News
OJK Tegaskan Pidato Presiden Bukan Pemantik Volatilitas IHSG
BEI Rilis 59 Emiten Terancam Delisting, 18 Daftar Lama Masih Gantung
BEI Gembok Dua Saham, Ternyata Ini Penyebabnya
Harga Emas Global Melemah, HPE dan HR Periode I Juli 2026 Turun Segini
CPO Juli 2026 Turun ke USD1000,9 per MT, Bea Keluar Tetap
OJK Tegaskan Reformasi Pasar Modal Terus Jalan, Tepis Isu Downgrade





