PPRI Bidik Penjualan Q2-2026 Rp80 Miliar, Agresif Tambah Pasar Baru
:
0
Manajemen PT Paperocks Indonesia Tbk dalam RUPS Tahunan di Jakarta, Kamis 18 Juni 2026
EmitenNews.com - PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) memproyeksikan pertumbuhan kinerja keuangan pada kuartal II/2026 (Q2-2026) dengan mengandalkan strategi ekspansi pasar dan penguatan portofolio produk ramah lingkungan.
Direktur Utama Paperocks, Irsyad Hanif mengatakan Perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp80,53 miliar pada periode tersebut atau meningkat 2,7% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tak hanya itu, laba kotor diproyeksikan mencapai Rp12,88 miliar atau tumbuh 6,01% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara laba tahun berjalan ditargetkan mencapai Rp1,89 miliar atau naik 5,07%.
"Sedangkan untuk laba tahun berjalan, Perseroan memproyeksikan angka senilai Rp1,89 miliar, atau naik sebesar 5,07% dibanding realisasi laba tahun berjalan di periode sama di tahun sebelumnya," ujar Irsyad dalam Paparan Publik usai RUPS Tahunan Perseroan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Untuk merealisasikan target tersebut, Perseroan menyiapkan sejumlah strategi utama, mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan layanan kepada pelanggan, hingga ekspansi pasar baru.
Di sisi lain, PPRI juga akan memperkuat fokus bisnis pada produk-produk berbasis bahan ramah lingkungan yang sejalan dengan tren keberlanjutan industri kemasan nasional.
"Perseroan berkomitmen meningkatkan kualitas produk dan layanan untuk mengoptimalkan kinerja perseroan, serta menciptakan produk yang ramah lingkungan. Perseroan juga akan terus mengoptimalkan pasar yang sudah ada dan lebih agresif dalam menambah pasar baru," kata Irsyad.
Ia optimistis strategi tersebut dapat menjadi penopang pertumbuhan Perseroan di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.
"Melalui strategi bisnis yang tepat, kami yakin kinerja Perseroan akan terus tumbuh," ujarnya.
Ditopang Prospek Industri Food Packaging
Related News
APLN Agresif Pangkas Utang, Kinerja Semester I Ikut Melonjak
Pendapatan KIJA Susut 11 Persen, Recurring Income Malah Dominan
Laba Emiten Grup Salim (IMAS) Ambles 74,3 Persen di Paruh Pertama 2026
Cimory (CMRY) Toreh Revenue Rp6,46T, Laba Naik 17,8 Persen di Q2-2026
Pendapatan ARKO Susut 6,7 Persen, Laba Bersih Tertahan di Rp36,64M
Emiten Haji Isam (TEBE) Laba Turun 27,5 Persen Sisa Rp19,9M di Q2-2026





