EmitenNews.com - Presiden Prabowo Subianto menyebut, biaya Rp 150 juta untuk satu alat bor tergolong murah. Hal itu disampaikan Kepala Negara saat rapat membahas ketersediaan air bersih di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).

Saat itu Prabowo menanyakan biaya pembuatan sumur bor kepada KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, yang kemudian menantu Luhut Binsar Panjaitan menyebut angka Rp150 juta. Tapi kemudian Kepala BNPB Suharyanto meluruskan; antara 100 - 150 juta.

"Lengkap sampai keluar airnya?" tanya Prabowo. Lengkap bapak. Lengkap dengan instalasi airnya. Kemudian juga ada tanki airnya dan bisa langsung diambil oleh masyarakat.

Tapi KSAD menyela: "Mungkin tidak cukup bang kalau di atas 100. Karena itu kadang-kadang ngebor tergantung tanahnya pak. Kalau tananya lunak itu mungkin dua minggu baru dapat pak. Tapi kalau keras mungkin memerlukan lebih waktunya dari itu. Dan juga dari Menhan kita mengirim RO banyak untuk membantu yang dangkal-dangkal itu ada progres pembersihan."

Presiden bertanya apa itu RO? Dijawab Maruli, alat penjernihan air. "Untuk penjernih air pak, yang berupa di mobil. Berapa unit saya belum jelas di daerah sini yang dikirim pejuang. Jadi kita terus lanjutkan untuk pembuatan sumur bor pak. Dilanjutkan dengan MCK."

Menanggapi penjelasan itu Presiden mengatakan, "Maaf ya kalau satu bor Rp150 juta saya anggap relatif murah itu. Tapi itu tergantung kedalamannya, Saya tahu. Tapi termasuk ongkos pekerja ? Suharyanto membenarkan, "Termasuk pak".

"Termasuk? Atau kalian pakai tentara gak dibayar gitu?" "Dibayar pak." Maka Presiden pun menyampaikan, "Saya anggap itu relatif merah, karena saya dulu ngebor-ngebor agak besar. Tapi memang tergantung tanah."

Mengomentari penilaian Presiden bahwa Rp150 untuk sebuah pengeboran air, netizen di platform media sosial ribut. Umumnya mereka menganggap angka itu terlalu besar, karena biasanya mereka mengebor air di rumah berikut mesin pompa dan pipanya tak sampai Rp10 juta.

"Padahal kalau 150 juta itu bisa dapat 7 sumur bor. Betul tergantung kedalamannya, Prabowo kan udah sebut 100 meter. Anggap tambah 10 juta untuk 100 meter, artinya paling juga 30 juta per 100 meter (Ya didegolah sama pembuat sumur bor)," analisa pemilik akun X @neVerAl0nely___.

Namun warganet lain @vickapta berpendapat "Suatu barang/pekerjaan ga bisa dinilai mahal murah kalau tidak tahu spesifikasi secara jelas dan detil. Kalau sumur bor rumahan yang kapasitas untuk keluarga mungkin hanya puluhan juta," katanya.

Wartawati senior Uni Lubis pun sempat memposting pertanyaan di platform X "Kalau dibayar Rp150 juta per proyek bikin sumur bor untuk air bersih di daerah terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera apakah teman-teman mau? Yang punya keahlian. Berapa sih biaya bikin sumur bor, hitung semua termasuk SDM, tiket PP, nginap dll ya #nanyaserius," tulis @unilubis.

Pertanyaan ini ditanggapi @Cahndesolawu begini: "Uni, yayasan kami sedekahair.org punyua pengalaman bikin sumur bor swamandiri bertahun-tahun, kedalaman sampai 100 an meter dengan biaya total kurang dari Rp150 juta. Sudah pernah masuk Kick Andy juga," jelasnya.(*)