EmitenNews.com - Indeks Harga Sahamm Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguji area 6.554 hingga 6.616 pada perdagangan Rabu (19/8).

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta mengatakan secara teknikal sebetulnya IHSG berhasil menciptakan formasi high baru setelah mengalami solid rebound dari area MA20. Dari sisi indikatoe, MA20&60 telah menunjukkan positive crossover, sementara Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif.

"Meskipun demikian, volume mulai mengalami pemurunan. Adapun momentum bullish pada tren pergerakan IHSG masih berlaku," ujar Nafan.

Di sisi lain, pasar juga kini tengah menanti keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia hari ini. Nafan menyebut, konsensus pasar memperkirakan BI bakal mempertahankan BI Rate di 5,75%.

"Mengingat keputusan tersebut sudah cukup diantisipasi, perhatian justru akan tertuju pada foreard guidance BI mengenai ruang pemangkasan suku bunga berikutnya, stabilitas rupiah, serta respons terhadap tekanan inflasi global akibat kenaikan minyak," tuturnya.

Sementara itu, FTSE Russell juga telah mengumumkan bahwa Indonesia masih akan melanjutkan pembekuan indeks. Dari pengumuman penyedia indeks global itu, FTSE tetap menjalankan perubahan terbatas, sepertj pembaruan free float, likuiditas, kapitalisasi dan penghapusan saham tertentu.

Namun, kenaikan kelas indeks, penambahan saham baru, serta kenaikan free float masih ditunda hingga review Desember 2026.

Begitu pun dengan saham-saham yang dikategorikan High Shareholding Concentration berpotensi dikeluarkan dari indeks FTSE pada 21 September 2026.

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata menilai keputusan FTSE tersebut menjadi sentimen cukup positif karena mengakui langkah reformasi pasar modal yang dilakukan OJK dan SRO.

Kendati harus diakui, posisi freeze tidak membuka peluang adanya saham baru atau kenaikan krlas indeks pada September mendatang.