EmitenNews.com - Pergerakan IHSG di hari terakhir Juni 2026 diproyeksikan melemah terbatas. Sebelumnya, IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan ditutup di zona merah pada perdagangan Senin (29/6) dengan melemah 1,28 persen ke level 5.820,79.

Sempat dibuka di level 5.932 dan melesat di awal perdagangan, IHSG tak kuat menanjak hingga akhirnya ditutup di zona merah. Tercatat, sebanyak 449 saham melemah, 214 saham menguat, dan 149 saham lainnya stagnan.

Total volume perdagangan yang terjadi esbanyak 15,48 miliar saham beredar, frekuensi 1,23 juta kali dan nilai transaksi hanya mencapai Rp9 triliun.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG diproyeksikan melemah terbatas sejak ‘wave (b)’ terbentuk.

“Berdasarkan indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif didukung penurunan volume, namun RSI masih menunjukkan sinyal positif dan cenderung menguat,” ujar Nafan dalam risetnya, Selasa (30/6).

Menurutnya, pelemahan IHSG terjadi seiring terjadinya net sell oleh investor asing sebesaar Rp854 miliar, khususnya pada saham big banks seperti BBCA dan BMRI.

Meski beigut, nilai tukar rupiah yang terapresiasi 0,40 persen ke posisi Rp17.851 per dolar AS diharapkan mampu menahan IHSG agar tak mengalami koreksi lebih dalam.

“Hal ini diharapkan dapat menjadi penahan agar koreksi IHSG tidak terlalu dalam. Apalagi pergerakan IHSG sebenarnya sudah mulai terlihat membentuk wave (b),” kata Nafan.

Adapun untuk perdagangan Selasa (30/6), ia memperkirakan indeks akan bergerak di support area 5.723 dan 5.568, sedangkan resistance area berada di kisaran 5.972 dan 6.127.

Beberapa saham juga turut direkomendasikan Mirae Asset, seperti ANTM, DSNG, dan IMPC dapat dicermati investor.