EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tampil perkasa pada penutupan perdagangan Selasa (14/4/2026), setelah melonjak 175,76 poin atau 2,34% ke level 7.675,95. Sepanjang sesi, indeks bergerak stabil di zona hijau dengan rentang perdagangan antara 7.592 hingga 7.686.

Penguatan tajam ini didorong dominasi 10 sektor yang kompak menghijau. Sektor infrastruktur menjadi bintang utama setelah melesat 5,45%, disusul sektor perindustrian yang naik 4,45%, serta energi yang menguat 3,73%. Kenaikan ini menandakan minat beli investor kembali deras masuk ke saham-saham berbasis pembangunan dan komoditas.

Meski begitu, reli IHSG sempat sedikit tertahan oleh pelemahan sektor barang konsumen siklikal yang turun 1,18% dan teknologi yang terkoreksi 0,37%. Meski demikian, tekanan di sektor itu tak cukup kuat membendung sentimen positif pasar secara keseluruhan.

Aktivitas perdagangan juga terbilang ramai. Bursa Efek Indonesia mencatat volume transaksi mencapai 53,13 miliar saham dengan nilai Rp24,85 triliun dari 3,11 juta kali transaksi. Sebanyak 548 saham ditutup menguat, sementara 151 saham melemah dan 119 lainnya stagnan—menunjukkan dominasi sentimen bullish di pasar.

Di papan top gainers, saham MLPT melesat Rp1.725 menjadi Rp20.250, MORA naik Rp1.145 ke Rp5.725, dan ARKO melonjak Rp1.100 menjadi Rp8.900 per saham. Sebaliknya, tekanan jual terbesar menimpa DCII yang turun Rp2.300 ke Rp199.000, diikuti TKIM dan MSIN.

Untuk saham teraktif, BNBR memimpin dengan 210.148 kali transaksi senilai Rp1,2 triliun, disusul BUMI sebanyak 105.499 kali senilai Rp1,7 triliun, serta PTRO yang diperdagangkan 77.935 kali dengan nilai transaksi Rp1,4 triliun.