Resmi Gabung OTO, Summit Oto Finance Kantongi Rating idAAA
:
0
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA dengan prospek (outlook) stabil untuk PT Summit Oto Finance (SOF).(Foto: MIX Marcomm)
EmitenNews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA dengan prospek (outlook) stabil untuk PT Summit Oto Finance (SOF) yang bertindak sebagai entitas selamat (surviving entity) hasil penggabungan usaha dengan PT Oto Multiartha (OTO) per 1 Oktober 2026.
Berdasarkan laporan ikhtisar peringkat Pefindo di Jakarta, Rabu (7/10), Pefindo juga menegaskan peringkat idAAA untuk seluruh obligasi yang diterbitkan oleh SOF, serta Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2023 yang sebelumnya diterbitkan oleh OTO setelah kewajibannya resmi dialihkan ke SOF.
Penegasan peringkat tertinggi tersebut terutama didorong oleh kemungkinan yang sangat kuat atas dukungan dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) selaku pemegang saham pengendali utama.
Dari sisi kinerja mandiri (standalone), profil kredit SOF mencerminkan posisi pasar yang kuat serta tingkat permodalan yang sangat baik. Namun, penilaian peringkat perseroan masih dibatasi oleh profil kualitas aset dan indikator profitabilitas yang berada di tingkat moderat.
Pefindo mengindikasikan bahwa peringkat dapat mengalami penurunan apabila dukungan dari SMBC melemah secara signifikan, yang ditandai oleh pengurangan jumlah kepemilikan saham dan pengendalian secara substansial, atau ketiadaan dukungan luar biasa saat perusahaan menghadapi kesulitan keuangan.
Didirikan pada 1990, SOF berfokus menyediakan layanan pembiayaan pembelian otomotif dan pembiayaan multiguna. Per 31 Desember 2025, kepemilikan saham SOF terdiri dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk sebesar 51 persen yang mayoritas dimiliki SMBC, PT Summit Auto Group sebesar 34 persen milik Sumitomo Corporation, serta PT Sinar Mas Multiartha Tbk sebesar 15 persen.
Penggabungan usaha ini memperkuat struktur industri pembiayaan otomotif di Indonesia. Kepastian peringkat idAAA memberikan sinyal positif bagi para investor pasar modal dan pemegang obligasi terkait ketahanan likuiditas entitas hasil merger tersebut.(*)
Related News
Didukung Bank Mandiri, Rating Bank Mantap Bertahan idAAA
FTSE Pastikan Indonesia Masih di Secondary Emerging Market
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Pantau Area Ini!
RUU Pelindungan Naker Atur Cadangan Pesangon, Larang Tahan Ijazah
IHSG Konsisten Menguat, Borong Saham-saham ini
Kebutuhan Terus Berkembang! Broker ini Upgrade Platform Trading





