Ritel Korsel Lepas ETF Leverage USD1,1 M, Lari ke Obligasi AS
:
0
Investor ritel Korea Selatan di pasar saham Amerika Serikat (AS) secara agresif mengurangi posisi leverage dan mengalihkan dana ke reksa dana bursa atau Exchange Traded Fund (ETF) Treasury ultra-short. (Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Investor ritel Korea Selatan di pasar saham Amerika Serikat (AS) secara agresif mengurangi posisi leverage dan mengalihkan dana ke reksa dana bursa atau Exchange Traded Fund (ETF) Treasury ultra-short. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi AS berpotensi bertahan lebih lama dari perkiraan.
Produk penyimpanan uang tunai yang bulan lalu berada di luar posisi 20 besar dalam pembelian bersih kini melonjak ke peringkat pertama. Produk ini menggeser saham teknologi berkapitalisasi besar seperti Alphabet dan Meta.
Berdasarkan data portal informasi sekuritas Korea Securities Depository yang dikutip Biggo Finance per 5 September 2026, investor ritel Korea Selatan mencatatkan pembelian bersih sebesar USD92,96 juta pada instrumen iShares 0-3 Month Treasury Bond ETF (SGOV) sepanjang periode 28 Agustus hingga 3 September 2026.
Nilai akumulasi pada instrumen yang berinvestasi dalam surat utang pemerintah AS berjangka waktu tiga bulan atau kurang tersebut melampaui total arus masuk ke Alphabet sebesar USD55,73 juta, Meta sebesar USD55,25 juta, dan Vanguard S&P 500 ETF sebesar USD52,25 juta pada periode yang sama. SGOV sebelumnya berada di posisi ke-21 pada awal Agustus 2026.
Sebaliknya, produk leverage yang bertaruh pada kenaikan harga saham mengalami aksi jual masif. Investor ritel Korea Selatan mencatatkan penjualan bersih sebesar USD1,1056 miliar pada Direxion Daily Semiconductor Bull 3X Shares (SOXL), instrumen yang melacak tiga kali lipat imbal hasil harian Indeks Semikonduktor Philadelphia. Penjualan ini menjadi aksi melepas aset terbesar oleh investor ritel Korea Selatan di pasar sekuritas AS.
Pergeseran modal ini dipicu oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah global yang menekan daya tarik saham sektor pertumbuhan dan produk ber-leverage. Produk obligasi pemerintah jangka sangat pendek menjadi pilihan karena menawarkan volatilitas rendah dan pendapatan dividen bulanan yang stabil.
Perubahan peta investasi ritel Korea Selatan di pasar AS memberikan gambaran mengenai antisipasi pelaku pasar Asia terhadap ketidakpastian suku bunga global. Bagi pasar keuangan Indonesia, dinamika perpindahan dana asing ke instrumen aman di AS berpotensi memicu tekanan pada arus modal masuk (capital inflows) dan nilai tukar rupiah, serta memengaruhi pergerakan saham sektor teknologi dan semikonduktor di dalam negeri.(*)
Related News
Data Kemendag, Ekspor Kecap Nasional Rp340M, Terbesar ke Australia
Ekonom Ini Nilai Penyaluran Kredit Rp400T Berisiko Picu Kredit Macet
Proyek NUSA, Indonesia-Singapura Incar Peluang Ekonomi Baru dari AI
Pemerintah Cabut IUP PT KEL, Rosan Perkasa Ungkap Kepastian Hukum
Anggaran Terkuras, Negara Ini Pertimbangkan Akhiri Subsidi Bensin
Rupiah Menguat Tipis Terhadap Dolar AS Pagi Ini





