EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat tipis pada perdagangan Jumat pagi (23/10). Berdasarkan data Google Finance per pukul 10:00 WIB, mata uang Garuda berada di posisi Rp18.058 per dolar AS.

Posisi ini mencerminkan penguatan tipis sebesar 2 poin atau sekitar 0,01 persen dibandingkan penutupan perdagangan pada Kamis kemarin (22/10) yang berada di level Rp18.060 per dolar AS. Sementara itu, acuan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia berada di level Rp18.047 per dolar AS pada penutupan hari sebelumnya.

Pergerakan rupiah di kawasan Asia cenderung bervariasi jika dibandingkan mata uang negara tetangga. Dolar Singapura bergerak di kisaran Rp14.141 per dolar Singapura, sedangkan ringgit Malaysia berada di kisaran Rp4.423 per ringgit.

Pergerakan nilai tukar hari ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Dari eksternal, laju dolar AS tertahan seiring dinamika imbal hasil obligasi pemerintah AS dan rilis data ekonomi global. Namun, kenaikan harga minyak mentah dunia yang mendekati level tinggi tetap membayangi pergerakan valuta asing karena meningkatkan kebutuhan impor energi nasional.

Dari sisi domestik, intervensi ganda Bank Indonesia di pasar spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) terus menopang stabilitas rupiah. Pelaku pasar saat ini juga terus mencermati efektivitas kebijakan moneter BI serta perkembangan sentimen di pasar modal guna menjaga stabilitas arus modal asing.(*)