EmitenNews.com - Indeks Kospi Korea Selatan anjlok lebih dari 8% pada perdagangan awal 8 Juni, jatuh ke level 7.400. Penurunan terjadi dampak aksi jual tajam saham semikonduktor AS menyusul prospek pendapatan Broadcom yang mengecewakan investor.

Media ekonomi Korea, Bloomingbit melaporkan anjloknya indeks Kospi mendorong Bursa Efek Korea untuk mengaktifkan mekanisme penghentian perdagangan (circuit breaker) Level 1 tak lama setelah pembukaan pasar.

Pada pukul 09.09, indeks Kospi telah turun 683,13 poin, atau 8,37%, dari sesi sebelumnya menjadi 7.477,46. Indeks Kospi 200 turun 110,58 poin, atau 8,53%, menjadi 1.186,44.

Bursa Efek Korea mengaktifkan mekanisme penghentian perdagangan Level 1 di papan utama tak lama setelah perdagangan dimulai. Mekanisme ini diaktifkan ketika Kospi turun setidaknya 8% dari penutupan sebelumnya dan bertahan di level tersebut selama lebih dari satu menit. Setelah diaktifkan, perdagangan semua saham dihentikan selama 20 menit.

Dalam perdagangan AS pada 5 Juni, saham semikonduktor anjlok setelah investor menyimpulkan bahwa pertumbuhan bisnis chip kecerdasan buatan Broadcom tidak mencapai ekspektasi pasar. Indeks Semikonduktor Philadelphia merosot 10,3%, menandai penurunan terbesar sejak Maret 2020.

Pada saat itu, investor asing melakukan penjualan bersih sebesar 240,1 miliar won di bursa utama, sementara institusi melakukan penjualan bersih sebesar 68,7 miliar won. Investor ritel melakukan pembelian bersih sebesar 304,6 miliar won.

Saham-saham berkapitalisasi besar mengalami penurunan di semua sektor. Samsung Electronics kehilangan 9,27% dan SK Hynix turun 8,02%. SK Square turun 11,53%, Hyundai Motor merosot 10%, Samsung Electro-Mechanics kehilangan 9,16%, Samsung Life Insurance anjlok 14,91%, Samsung C&T turun 12,27%, dan Hyundai Mobis turun 12,05%.

Indeks Kosdaq juga anjlok. Pada waktu yang sama, indeks tersebut turun 61,34 poin, atau 6,12%, menjadi 941,10. Indeks tersebut sebelumnya telah jatuh lebih dari 4% setelah pembukaan, turun di bawah 1.000, dan terus mengalami penurunan.

Di pasar Kosdaq, investor asing melakukan pembelian bersih sebesar 156,9 miliar won dan institusi melakukan pembelian bersih sebesar 10,5 miliar won, sementara investor ritel melakukan penjualan bersih sebesar 146,8 miliar won.

Sebagian besar saham terbesar di Kosdaq juga mengalami penurunan. Alteogen turun 6,92%, EcoPro BM turun 7,05%, EcoPro kehilangan 8,23%, Rainbow Robotics merosot 6,14%, HLB turun 4,84%, dan Samchundang Pharm turun 7,71%.(*)