Rupiah Bangkit, IHSG Cenderung Menguat
:
0
Indeks harga saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup melemah tipis. Itu seiring keragu-raguan investor terhadap peluang kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran bersifat permanen. Selain itu, koreksi beberapa saham sektor teknologi berkapitalisasi besar juga turut menjadi tambahan katalis negatif pasar.
Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman untuk membuka selat Hormuz, namun Iran tetap menolak untuk bernegosiasi secara langsung dengan AS sampai seluruh tuntutan terpenuhi. Sejalan ketidakpastian itu, harga minyak jenis WTI menguat 5,1 persen menjadi USD82,13 per barel, dan minyak jenis Brent melesat 5 persen menjadi USD87,72 per barel.
Koreksi indeks bursa Wall Street, dan aksi jual investor asing diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, lonjakan harga mayoritas komoditas, dan tren penguatan Rupiah konsisten berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Jadi, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat.
Sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 11 Agustus 2026, IHSG akan mengitari kisaran support 6.300-6.235, dan resistance 6.430-6.495. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Harum (HRUM), Mayora (MYOR), BFI Finance (BFIN), Bank BTN (BBTN), Merdeka Gold (EMAS), Merdeka Copper (MDKA). (*)
Related News
Bursa Siang Sepi Transaksi, IHSG Drop ke 6.263—Asing Net Sell Lagi
IHSG Sesi I Kurang Tenaga, Turun 0,55%, Rupiah pun Dekati Rp18.000
Meski Ditekan Sentimen, IHSG Dibuka Menguat 0,32% ke Atas Level 6.300
Microsoft Investasi USD1,7 M, Menkomdigi Minta Transfer AI
Asing Eksodus, IHSG Kembali Tertekan
Lanjut Koreksi, IHSG Jebol Level 6.200





