Rupiah Melemah 1,29 Persen Hingga 16 Maret Dampak Perang
:
0
Nilai tukar Rupiah pada 16 Maret 2026 tercatat sebesar Rp16.985 per dolar AS. Melemah 1,29% (ptp) dibandingkan dengan level akhir Februari 2026 sejalan dengan pelemahan mata uang negara non-USD.(Foto: Dok)
EmitenNews.com - Bank Indonesia akan terus memperkuat berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang Timur Tengah.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkap nilai tukar Rupiah pada 16 Maret 2026 tercatat sebesar Rp16.985 per dolar AS. Melemah 1,29% (ptp) dibandingkan dengan level akhir Februari 2026 sejalan dengan pelemahan mata uang negara non-USD.
Sebagaimana dikemukakan di atas, memburuknya kondisi global akibat perang Timur Tengah berdampak pada pelemahan nilai tukar dan keluarnya arus modal dari negara-negara emerging markets, termasuk Indonesia.
"Guna tetap menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi baik di pasar NDF luar negeri (off-shore) maupun transaksi spot dan DNDF di pasar dalam negeri," kata Perry.
Selain itu, Bank Indonesia juga mengoptimalkan seluruh instrumen moneter untuk meningkatkan aliran masuk modal asing guna mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.
Ke depan, berbagai upaya untuk memperkuat kinerja neraca pembayaran diharapkan dapat mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah. Bank Indonesia meyakini nilai tukar Rupiah akan stabil, didukung oleh komitmen Bank Indonesia, imbal hasil yang menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.(*)
Related News
Ekspor Industri Pengolahan Naik 8,93%, Sangga Neraca Dagang RI
Melandai, Inflasi Bulanan Oktober 2026 Tercatat 0,22 Persen
Harga Emas Rebound ke USD3.900, Antam Naik Rp5.000
Saham Teknologi Jepang Ikut Terseret Penurunan Intel
Manufaktur RI Capai Rekor Tertinggi, Minim Atasi Pengangguran
PMI Manufaktur Thailand dan Malaysia Oktober 2026 Kompak Melonjak





