EmitenNews.com -Emiten manufaktur PT Multi Makmur Lemindo Tbk (Perseroan) mengumumkan rencana strategis berskala besar melalui gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Rapat komprehensif ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2026, bertempat di Omar Hotel Tangerang.
Dalam pemanggilan resmi Direksi Perseroan, terdapat agenda penting yang berpotensi mengubah arah bisnis perusahan ke depan, mulai dari perubahan identitas korporasi hingga penguatan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu.

Perubahan Identitas dan Branding Baru
Salah satu agenda utama dalam RUPSLB ini adalah persetujuan atas perubahan nama Perseroan. Direksi menjelaskan bahwa langkah ini diambil sehubungan dengan rencana pengembangan usaha, strategi korporasi, serta penyesuaian identitas dan branding baru. Perubahan nama ini nantinya akan berlaku efektif setelah mendapat lampu hijau dari Menteri Hukum Republik Indonesia.

Tak hanya mengubah nama, emiten ini juga berencana memindahkan kedudukan dan alamat lengkap kantor pusatnya demi meningkatkan efisiensi operasional dan menyelaraskan dengan perkembangan kegiatan usaha saat ini.

Perkuat Struktur Modal untuk Aksi Korporasi
Untuk menopang ekspansi jangka panjang, Perseroan mengusulkan agenda peningkatan modal dasar perusahaan. Langkah penguatan modal ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi manajemen dalam mengeksekusi aksi korporasi di masa mendatang.

Sejalan dengan rencana tersebut, Direksi juga akan meminta restu atau pemberian wewenang penuh dari para pemegang saham untuk mempersiapkan proses Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Wewenang ini mencakup penyusunan dokumen, penunjukan profesi penunjang pasar modal, hingga pengajuan pernyataan pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Laporan Keuangan 2025 dan Realisasi Dana IPO
Sebelum membedah agenda luar biasa, RUPST akan dibuka terlebih dahulu untuk meminta persetujuan atas Laporan Tahunan buku akhir 31 Desember 2025, termasuk pengesahan Laporan Keuangan yang telah diaudit. Pemegang saham juga akan menentukan alokasi penggunaan laba bersih perusahaan untuk tahun buku tersebut.

Selain itu, manajemen akan menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO). Hal ini sesuai dengan regulasi pasar modal yang mewajibkan emiten melaporkan penggunaan dana IPO secara berkala di setiap RUPST hingga seluruh dana terserap habis.

Tanggal Pencatatan (Recording Date): Pemegang saham yang berhak hadir dan memberikan suara adalah yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal 2 Juni 2026 hingga pukul 16.00 WIB.

Mekanisme Kehadiran: Rapat akan digelar secara hibrida (fisik dan elektronik). Investor disarankan untuk memberikan kuasa secara elektronik melalui fasilitas Electronic General Meeting System KSEI (eASY.KSEI) guna mendukung efisiensi pelaksanaan rapat.