EmitenNews.com - PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. (CEKA) emiten perusahaan sawit Wilmar mengenas kinerja dengan baik di semester I 2026. Penjualan perseroan menembus Rp5,17 triliun, melesat 14,13% dibanding periode sama tahun lalu Rp4,53 triliun.

Laporan keuangan Wilmar (belum diaudit) yang dirilis Senin (27/7) menunjukkan, kenaikan penjualan itu ditopang permintaan produk yang tetap kuat sepanjang semester I.

Seiring naiknya pendapatan, beban pokok penjualan CEKA juga ikut merangkak 13,49% menjadi Rp4,88 triliun dari Rp4,30 triliun. 

Alhasil laba bruto perseroan naik 26,03% menjadi Rp284,77 miliar dari sebelumnya Rp225,93 miliar.

Melihat sisi operasional, beban usaha naik 25,44% menjadi Rp101,35 miliar dari Rp80,78 miliar. Namun laba usaha tetap tumbuh 26,36% menjadi Rp183,41 miliar dari Rp145,15 miliar.

Kinerja positif berlanjut hingga bottom line. Laba sebelum pajak naik 20,96% menjadi Rp187,57 miliar dari Rp155,06 miliar. 

Laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat Rp147,21 miliar, naik 19,55% dari Rp123,13 miliar di semester I 2025.

Hingga 30 Juni 2026, total aset CEKA mengembang 13,71% menjadi Rp2,82 triliun dari Rp2,48 triliun pada akhir 2025.

Namun liabilitas perseroan juga naik tajam 58,89% menjadi Rp752,83 miliar dari Rp473,85 miliar. Sementara ekuitas tumbuh tipis 2,99% menjadi Rp2,07 triliun dari Rp2,01 triliun.

Kenaikan liabilitas ini perlu dicermati investor karena laju pertumbuhannya lebih cepat dibanding aset dan ekuitas.