Urai Free Float BEI, Kalbe Farma (KLBF) Kaji Opsi Delisting Anak Usaha
:
0
Ilustrasi PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT). Dok. Enseval.co.id.
EmitenNews.com - Sejumlah opsi tengah dikaji PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), termasuk delisting terhadap saham anak usahanya, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT), jika kesulitan memenuhi ketentuan free float terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur sekaligus Chief Financial Officer (CFO) Kalbe Farma Kartika Setyabudi mengatakan, EPMT, salah satu anak usaha KLBF, belum memenuhi ketentuan free float yang ditetapkan BEI. Karena itu, perseroan tengah mengevaluasi sejumlah opsi untuk memenuhi regulasi pasar modal tersebut.
“Salah satu anak perusahaan kami saat ini secara free float belum memenuhi persyaratan yang baru yang diminta oleh IDX,” ujar Kartika Seteyabudi dalam Public Expose Live 2026, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Sejauh ini, KLBF masih fokus mencari cara untuk meningkatkan porsi saham publik melalui berbagai alternatif. Perseroan tengah melakukan perhitungan internal sekaligus menjajaki peluang dari pihak eksternal agar ketentuan free float dapat dipenuhi secara bertahap sesuai tenggat waktu yang ditetapkan BEI.
Sesuai aturan terbaru BEI, emiten wajib memiliki free float minimal 12,5% paling lambat 31 Maret 2027 dan meningkat menjadi 15% paling lambat 31 Maret 2028. Jika penambahan porsi saham publik sulit dilakukan, KLBF menyiapkan opsi lain, yakni melakukan delisting terhadap EPMT.
Tetapi, sejauh ini belum ada keputusan final terkait langkah yang akan ditempuh. Kalbe Farma masih membandingkan opsi peningkatan free float dan delisting dengan mempertimbangkan kepatuhan terhadap regulasi BEI serta kepentingan seluruh pemangku kepentingan.
Di luar itu, Perseroan juga membuka ruang bagi masukan dari pelaku pasar modal selama proses evaluasi berlangsung. Terutama terkait dengan opsi-opsi yang harus dijajaki dan lakukan sesuai ketentuan secara timeline yang diharapkan.
Kalbe Farma Kembali Evaluasi Rencana Belanja Modal
Sementara itu, ketidakpastian geopolitik dan tekanan terhadap rantai pasok global, membuat PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) kembali mengevaluasi rencana belanja modal. Sebelumnya, emiten penyedia layanan kesehatan, dan farmasi itu, mencanangkan capital expenditure (capex) 2026 sekitar Rp1 triliun. Terkait ketergantungan pada bahan baku impor, perseroan memilih lebih berhati-hati dalam mengalokasikan modal.
Dalam Public Expose Live 2026, Jakarta, Jumat (11/9/2026), Direktur Finance & Accounting KLBF Kartika Setyabudi mengatakan kondisi eksternal membuat perseroan perlu meninjau kembali sejumlah proyek yang telah direncanakan tahun ini. Salah satu pertimbangannya adalah gangguan rantai pasok global yang berdampak pada kebutuhan bahan baku dan kemasan.
Related News
Perkuat Modal, Bank Mandiri (BMRI) Terbitkan Surat Utang USD750 Juta
Kaji Capex Rp1T, Kalbe Farma (KLBF) Bahas Tekanan Rantai Pasok Global
BEI Suspensi Dua Saham, Salah Satunya Milik Haji Isam (JARR), Ada Apa?
Investor Meradang, Emiten Raffi-Nagita (RANS) Ungkap Fakta ini
Investindo Arya Juga Kurangi Porsi Saham di Emiten TP Rachmat (TAPG)
UKM Berkembang Positif, Sektor Produktif jadi Penopang Pertumbuhan





