SDPC Pertahankan Sertifikasi Internasional ISO, Perkuat Standar Bisnis
:
0
PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) berhasil mempertahankan sertifikasi internasional ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu dan ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Foto: istimewa
EmitenNews.com - PT Millennium Pharmacon International (MPI) Tbk (SDPC) berhasil mempertahankan sertifikasi internasional ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu dan ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan.
Emiten yang bergerak pada distribusi farmasi, suplemen kesehatan, dan alat kesehatan ini membuktikan komitmennya, atas keunggulan operasional, kualitas layanan, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance.
Pencapaian ini diperoleh setelah perusahaan berhasil melalui proses audit surveilan eksternal yang dilakukan secara independen oleh lembaga sertifikasi internasional. Audit ISO 9001:2015 dilaksanakan oleh PT BSI Group Indonesia (BSI), sementara audit ISO 37001:2016 dilaksanakan oleh PT TSI Sertifikasi Internasional (TSI).
Keberhasilan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi SDPC dalam menjalankan sistem manajemen yang selaras dengan standar internasional, sekaligus mencerminkan kesiapan perusahaan dalam menjawab tuntutan industri kesehatan yang semakin kompleks, dinamis, dan membutuhkan tingkat kepatuhan yang tinggi.
Direktur Utama PT Millennium Pharmacon International (SDPC), Imam Fathorrahman, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan refleksi dari budaya perusahaan yang mengedepankan kerjasama tim, kualitas, kepatuhan, dan integritas dalam setiap proses bisnis.
“Bagi MPI, sertifikasi internasional bukan sekadar simbol kepatuhan, melainkan bukti nyata bahwa seluruh proses bisnis kami dijalankan secara profesional, terukur, dan berorientasi pada kepercayaan pelanggan. Sebagai perusahaan publik, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap aktivitas usaha dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa MPI memiliki sistem yang kuat untuk menjaga kualitas layanan distribusi sekaligus memastikan setiap aktivitas bisnis dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyuapan maupun korupsi. Kami percaya bahwa integritas dan kepatuhan merupakan fondasi utama dalam menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan memberikan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Imam dalam press conference, Kamis (11/6/2026).
Sebagai perusahaan distribusi kesehatan dengan jaringan operasional yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia, SDPC terus berinvestasi dalam penguatan sistem, pengembangan sumber daya manusia, digitalisasi proses bisnis, serta peningkatan standar kepatuhan untuk memastikan setiap produk yang didistribusikan sampai kepada pelanggan dengan kualitas, keamanan, dan ketepatan yang terjaga.
Implementasi ISO 9001:2015 menjadi landasan bagi SDPC dalam membangun budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement), meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat manajemen risiko, dan menghadirkan layanan yang memberikan nilai tambah bagi principal maupun pelanggan.
Sementara itu, penerapan ISO 37001:2016 semakin memperkuat komitmen perusahaan dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) melalui penguatan budaya integritas, penerapan prinsip Zero Tolerance terhadap penyuapan dan korupsi, serta pengembangan sistem kepatuhan yang berkelanjutan di seluruh tingkatan organisasi.
Sebagai perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, SDPC memandang penerapan tata kelola perusahaan yang baik bukan hanya sebagai kewajiban regulasi, tetapi juga sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan investor dan mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang. Oleh karena itu, Perseroan terus memperkuat fungsi pengendalian internal, manajemen risiko, kepatuhan, serta pengawasan yang efektif guna memastikan setiap keputusan bisnis dijalankan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Related News
DILD Pangkas Utang Rp1T, Fokus Perkuat Neraca Ketimbang Bagi Dividen
SCCO Sepakati Tebar Dividen Rp82,23 Miliar, Imbal Hasil 4,55 Persen
DSSA Puasa Dividen, Mantan Petinggi Grup Lippo Kini Ditarik Sinar Mas!
Raup Laba USD230 Juta, DSSA Putuskan Absen Bagi Dividen
Laba Q1-2026 Melesat, CBUT Genjot Hilirisasi Sawit
Beda Nasib 2 Saham Ini Usai Suspensi, Melejit ARA dan Junam ARB





